Selasa, 29 Maret 2011
stevanus"aja: cara bermain biola untuk pemula
Jumat, 18 Maret 2011
ngulik yuks
oleh : doni riwayanto

Pada posting saya sebelumnya tentang "Bagaimana Belajar Gitar?", (http://doniriwayanto.multiply.com/journal/item/14/Belajar_Gitar_Apa_Aja_sih_yang_Harus_Dipelajari)
ada pertanyaan dari Bro Hpeace sebagai berikut :
"mas, saya kok susah bgt ya klo nyari akord suatu lagu.. ???"
dan dijawab sama Bro Iqbal sebagai berikut :
"listeningnya yang kudu diasah...
selain itu pengetahuan nya juga perlu ditambah...
biasanya suatu lagu tuh ada progresifnya..
nah itu kudu dipelajari juga..."
ntar klo dah biasa, pasti gampang nyari kord lagu lain..
OK.... ini dia bocoran jawabannya:
Akor, Tangga Nada, dan Hukum Relasinya yg banyak kite dengar dan gunakan saat ini... adalah sebuah sebuah formula yang tersusun selama ribuan tahun. Mulai dari teori Harmonic Seriesnya Phytagoras jaman Yunani, hingga kini mewujud pada teori yang bernama teori Tonal. teori Tonal adalah grand theory dari musik diatonis khas masyarakat barat. Salah satunya ya musik pop, rock, jazz, blues, dan lain sebagainya yang kita kenal saat ini. Tonal sesungguhnya berbicara tentang sistem grafitasi antar nada. Bagai mana nada-nada atau akor-akor tersebut saling memiliki daya tarik menarik sehingga dapat terbentuk suatu melodi maupun progresi akor yang mewujud dalam suatu lagu. Tapi kali ini saya tidak akan membahas masalah ini secara filosofis (meski seharusnya agar lebih jelas mesti di dasari dari pandangan filosofis tentang Tonalitas). Tapi agar tidak membosankan... Kali ini saya akan membahas masalah Tonal ini secara teknis:
Agar tidak membosankan.. praktis saja... saya akan membahas Tonalitas (tonality) dalam hubungannya dengan bagai mana ngulik akor dalam sebuah lagu.
Pertama:
Sesungguhnya akor-akor yang sebegitu banyaknya itu dapat digolongkan dalam dua sudut pandang:
1. Karakter (Mayor, minor, dominant, diminished, augmented)
2. Tingkat atau Fungsi (I,ii,iii,IV,V,vi,vii)
Tentang karakter.. pasti temen-temen sudah tahu... setidaknya yang dasar... mayor dan minor. Kemudian yang jarang diketahui adalah Fungsi.
Ke dua
Setiap karya musik yg mengikuti hukum Tonal tentu memiliki nada dasar yang kemudian disebut Tonik. Tonik atau nada dasar ini bisa di nada apapun: bisa C, bisa D, E, F, G, A, dan lain-lain.
Dalam setiap nada dasar akan diikuti oleh suatu hukum yang telah dipatuhi selama ribuan tahun.
Ke Tiga
Secara praktis hukum yang saya maksud adalah sebagai berikut:
Ketika sebuah lagu berada pada nada dasar C... maka dia akan menggunakan tangga nada C mayor (1[do]-2[re]-3[mi]-4[fa]-5[sol]-6[la]-7[si]-1[do]) dengan rangkaian nada C-D-E-F-G-A-B-C.
Dan rangkaian akor C, Dm, Em, F, G, Am, Bdim, C.
coba bandingkan:
tangga nada : C D E F G A B
akor : C Dm Em F G Am Bdim
Keduanya sama-sama merupakan suatu urutan. Cuma dalam akor memiliki karakter (mayor, minor, diminished). Itulah yang disebut karakter akor tadi.
Kemudian secara tingkatan atau fungsi maka kita dapati tingkatan sebagai berikut
akor : C Dm Em F G Am Bdim
tingkat/fungsi : I ii iii IV V vi vii
Antara tingkat dan karakter ini berkaitan:
Akor Tingkat I secara natural memiliki karakter mayor
Akor Tingkat ii secara natural memiliki karakter minor
Akor Tingkat iii secara natural memiliki karakter minor
Akor Tingkat IV secara natural memiliki karakter mayor
Akor Tingkat V secara natural memiliki karakter mayor
Akor Tingkat vi secara natural memiliki karakter minor
Akor Tingkat vii secara natural memiliki karakter diminished
Ke Empat
Buktikan teori ini:
dalam lagu dengan nada dasar C mayor... maka akor-akor yang akan sering digunakan adalah akor akor: C Dm Em F G Am Bdim
Buktikan dalam lagu:
Kutak bisa (slank)
Demi waktu (ungu)
Sebelum Cahaya (letto)
Cinta Ini Membunuhku (d masive)
Ketahuan (matta)
Puspa (ST12)
Yakin (Radja)
Kadang kala... akor minor seperti akor Dm, Em, dan Am, diubah menjadi mayor seperti dalam Puspa (ada akor D mayor), Ketahuan (ada akor E mayor). Hal ini sering pula terjadi dalam lagu lagunya ADA band, Element, dan lain-lain. Atau sebaliknya, Akor F mayor diubah menjadi F minor. Ini sreing terjadi dalam penghujung frase yang berakhiran akor F.
Hal itu disebut sebagai modulasi sementara... dan pergantian akor ini otomatis diikuti pula perubahan tangga nadanya.
Jika perubahan akor itu tidak hanya satu akor maka patut dicurigai lagu tersebut bepindah nada dasarnya atau modulasi penuh...
Ke Enam
Dalam nada dasar lainpun akan terjadi hal tersebut. Untuk lebih lengkapnya bisa di baca dalam buku ini

Judul : Gitar Elektrik Teknik Dasar dan Aplikasi
Penulis : Doni Riwayanto
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Ke Tujuh
Apa yang saya bicarakan semua itu adalah dari segi intelgensi. Tetapi musik terbentuk tidak cuma dari intelgensi tetapi: Intuisi, Intelgensi, Sense of Pitch (kepekaan terhadap nada), Mood, dan Habit, Dalam hal ini (ngulik akor) yang tak kalah penting dari pengetahuan di atas adalah sense of pitch... dan ini bisa dilatih... Latihannya gimana? itulah pentingnya Metode Belajar. 90% siswa yang belajar sama saya pada akhirnya bisa menerapkan teori tersebut...
Senin, 07 Maret 2011
motivasi belajar
Misalnya, seorang anak mau belajar dan mengejar rangking pertama karena diiming-imingi akan dibelikan sepeda oleh orangtuanya.
Contoh lainnya, seorang mahasiswa mempunyai motivasi belajar yang tinggi agar lulus dengan predikat cum laude. Setelah itu, dia bertujuan untuk mendapatkan pekerjaan yang hebat dengan tujuan membahagiakan orangtuanya.
Apa saja, sih, faktor-faktor yang membedakan motivasi belajar seseorang dengan yang lainnya?
Beberapa faktor di bawah ini sedikit banyak memberikan penjelasan mengapa terjadi perbedaaan motivasi belajar pada diri masing-masing orang, di antaranya:- Perbedaan fisiologis (physiological needs), seperti rasa lapar, haus, dan hasrat seksual
- Perbedaan rasa aman (safety needs), baik secara mental, fisik, dan intelektual
- Perbedaan kasih sayang atau afeksi (love needs) yang diterimanya
- Perbedaan harga diri (self esteem needs). Contohnya prestise memiliki mobil atau rumah mewah, jabatan, dan lain-lain.
- Perbedaan aktualisasi diri (self actualization), tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.
Stimulus motivasi belajar
Terdapat 2 faktor yang membuat seseorang dapat termotivasi untuk belajar, yaitu:- Pertama, motivasi belajar berasal dari faktor internal. Motivasi ini terbentuk karena kesadaran diri atas pemahaman betapa pentingnya belajar untuk mengembangkan dirinya dan bekal untuk menjalani kehidupan.
- Kedua, motivasi belajar dari faktor eksternal, yaitu dapat berupa rangsangan dari orang lain, atau lingkungan sekitarnya yang dapat memengaruhi psikologis orang yang bersangkutan.
Tips-tips meningkatkan motivasi belajar
Motivasi belajar tidak akan terbentuk apabila orang tersebut tidak mempunyai keinginan, cita-cita, atau menyadari manfaat belajar bagi dirinya. Oleh karena itu, dibutuhkan pengkondisian tertentu, agar diri kita atau siapa pun juga yang menginginkan semangat untuk belajar dapat termotivasi.Yuk, ikuti tips-tips berikut untuk meningkatkan motivasi belajar kita:
- Bergaullah dengan orang-orang yang senang belajar
Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan berprestasi, akan membuat kita pun gemar belajar. Selain itu, coba cari orang atau komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar.
Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat kepada orang-orang yang pernah atau sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, orang-orang yang mendapat beasiwa belajar di luar negeri, atau orang-orang yang mendapat penghargaan atas sebuah presrasi.
Kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita. Seperti halnya analogi orang yang berteman dengan tukang pandai besi atau penjual minyak wangi. Jika kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka kita pun turut terciprat bau bakaran besi, dan jika bergaul dengan penjual minyak wangi, kita pun akan terciprat harumnya minyak wangi.
- Belajar apapun
Pengertian belajar di sini dipahami secara luas, baik formal maupun nonformal. Kita bisa belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer, belajar menulis, membuat film, berlajar berwirausaha, dan lain lain-lainnya.
Kita bisa memanfaatkan internet untuk bergabung dengan kumpulan orang-orang yang senang belajar. Salah satu milis dapat menjadi ajang kita bertukar pendapat, pikiran, dan memotivasi diri. Sebagai contoh, jika ingin termotivasi untuk belajar bahasa Inggris, kita bisa masuk ke milis Free-English-Course@yahoogroups.com.
Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif
Di dunia ini, ada orang yang selalu terlihat optimis meski masalah merudung. Kita akan tertular semangat, gairah, dan rasa optimis jika sering bersosialisasi dengan orang-orang atau berada dalam komunitas seperti itu, dan sebaliknya.
Cari motivator
Kadangkala, seseorang butuh orang lain sebagai pemacu atau mentor dalam menjalani hidup. Misalnya: teman, pacar, ataupun pasangan hidup. Anda pun bisa melakukan hal serupa dengan mencari seseorang/komunitas yang dapat membantu mengarahkan atau memotivasi Anda belajar dan meraih prestasi
musik 1
Mencari Chord dalam Sebuah Lagu
Pemain gitar biasanya hanya menerima chord chart dari sebuah lagu tanpa disertai tanda key signature, atau tanda perubahan key signature di tengah lagu tersebut. Misalnya jika kamu membaca majalah gitar yang berisi chord-chord dan liriknya. Biasanya di situ tidak akan ditulis Key signature dari lagu tsb, atau bahkan perubahan key signature jika ada di tengah lagu tsb. Untuk bisa memainkan melodi, ataupun berimprovisasi, sangat perlu bagi kita mengetahui di kunci apa sebuah progresi chord tersebut berputar. Biasanya pendekatan yang umum secara musical adalah mendengarkan lagu tersebut dan mencari kuncinya dengan menggunakan telinga, akan tetapi kita juga bisa mencarinya dengan cara menganalisa chord-chordnya.
Menganalisa progresi kunci mayor
Metode yang digunakan untuk mencari kunci mayor dalam sebuah progresi chord adalah sebagai berikut:
1. Coba lihat terlebih dahulu masing-masing chord yang ada dalam progresi, kemudian buat daftarnya, kemungkinan-kemungkinan chord tersebut milik dari sebuah kunci apa, berdasarkan dari kualitas masing-masing chord. Karena scale mayor yang diharmonisasi memiliki tiga chord minor 7th (IImi7, III,mi7, dan VImi7), setiap chord minor 7th bisa menjadi milik dari 3 kunci yang berbeda. Sedangkan chord Major 7th bisa sebagai Ima7 ataupun IVma7 dari dua buah kunci yang berbeda, dan dominant chord sudah pasti adalah chord V7 dari sebuah kunci saja.
2. Bandingkan masing-masing kemungkinan kunci tersebut. Cari masing2 chord tsb yang mempunyai kunci yang sama.
3. setelah kalian menemukan kuncinya, tulislah fungsi dari masing-masing chord dengan angka Romawi.
Menganalisa progresi kunci minor
Secara teori, kunci minor dapat diidentifikasikan dengan menggunakan tehnik yang sama. Pada kunci minor yang diharmonisasi dari scale natural minor, chord dominant 7th adalah chord bVII7 dan secara otomatis menunjukan kuncinya.
Akan tetapi dalam prakteknya keadaan menjadi sedikit rumit jika menyangkut kunci minor. Untuk alasan tertentu harmoni natural minor lebih sering dirubah untuk menghasilkan melodi dan progesi chord yang lebih kuat. Salah satu hasil dari perubahan tersebut adalah seringnya chord V pada kunci minor yang diubah dari chord minor 7th menjadi dominant 7th sehingga fungsi dominant chordnya menjadi lebih spesifik. Oleh karena itu penting bagi kita untuk melihat hubungan interval antar chordnya yaitu sebagai berikut:
1. Jika ada kunci minor satu langkah di atas chord dominant 7th , berarti chord dominant 7th tersebut mempunyai fungsi sebagai bVII7 dan berarti chord minor 7th nya tersebut adalah Imi7.
2. Jika ada chord minor 7th dengan interval perfect fifth di bawah chord dominant 7th, artinya chord dominant 7th berfungsi sebagai chord V7 dan chord minor 7th nya adalah chord Imi7 seperti contoh di bawah ini.
Indikator lain yang bisa mengidentifikasikan progresi kunci minor adalah chord minor 7th b5. chord ini jika ada/digunakan dalam progresi fungsinya adalah sebagai IIº dalam harmoni natural minor. Ini menjadikan kunci minor 7th b5 sebagai indikator yang pasti dalam sebuah progresi kunci minor (Dalam praktek chord minor 7th b5 jarang sekali muncul sebagai chord VIIº dalam kunci mayor)
Menganalisa kunci dalam progesi triad
Dengan mengetahui chord Dominant 7th dan minor 7th b5 kita dapat dengan mudah mengetahui kunci tersebut adalah sebuah kunci mayor atau kunci minor. Dalam musik pop atau rock biasanya progresi dibuat dalam bentuk triad jadi artinya chord V nya adalah major triad sama halnya dengan chord I dan IV. Begitu juga penggunaan triad diminished (VIIº dalam kunci mayor, IIº dalam kunci minor) sangat jarang digunakan karena terdengar sangat dissonant di antara chord mayor dan minor, sehingga terdengar seolah tidak pada tempatnya.
Pertanyaannya adalah lalu ada berapa kunci bisa diidentifikasikan ketika masing-masing chord secara teori mempunyai fungsi lebih dari satu. Jawabannya bisa ditemukan dengan dua macam cara:
A. Menata ulang chord-chord tersebut secara urutan scale.
Perhatikan contoh di bawah ini, dengan berexperimen kita bisa menemukan chord I nya. Setelah kita menemukan chord I nya cobalah tulis nama chord disertai fungsinya seperti di bawah ini.
Nama Chord E F#mi G#mi A B C#mi
(dalam urutan scale)
Fungsi I IImi IIImi IV V VImi
B. Gunakan telinga
Mainkan progesi chord yang ada dengan menggunakan gitar kamu, dan dengarkan. Dalam praktek cara ini adalah cara yang paling tepat untuk mencari kunci dasar dari sebuah progresi, apakah itu progesi yang menggunakan 7th chord, triad, ataupun keduanya. Progresi diatonik biasanya ada di dalam satu nada dasar saja. Nada dasar tersebut bisa menjadi jelas dengan cara mendengarkan progresi cukup lama untuk mendapatkan kemana chord tersebut diselesaikan (tonic chord), kemudian identifikasikan nada dasar yang telah kita peroleh tsb dengan mencocokannya dengan gitar kita sesuai dengan scale dan chordnya. Walaupun tidak semua lagu pop dimulai dari chord I tapi rata-rata hampir semuanya akan diselesaikan pada chord I.
Mencari Kunci dasar hanya dengan menganalisa memang mempunyai beberapa kesulitan, oleh karena itu untuk lebih memastikannya lagi kita harus menggunakan telinga kita untuk mendengarnya. Ada beberapa penjelasan lagi secara harmoni yang menerangkan mengapa suatu chord itu bisa masuk ke dalam sebuah progressi, hal ini mungkin akan saya tulis di lesson-lesson yang akan datang. Kombinasi dari mengerti teori dan telinga yang terlatih akan me