Selasa, 05 April 2011

ngerap

Hari ini gue pengen bagi-bagi ilmu buat lo pade.

Terakhir kali gue nulis artikel tips itu tentang teknis audio yang namanya mixing, brovas and sistas, tapi kali ini gue mau nulis tentang teknik vokal yang namanya rapping.

Nah, mungkin banyak diantara ente pade yang ngerasa diri udah pinter ngerap and gak perlu belajar apa-apa lagi dari orang yang nggak (baca: belum) dia kenal. Tapi nyatanya 90% (estimasi konservatif) dari musisi yang ngerasa dirinya oke dalam musik rap itu wack bangetts man. Jadi perlu rektifikasi en kembli ke dasar-dasar teknik nge-rap. Untuk lo pade yang ngerasa “ah gue sih udah pede”, baca terus artikel ini, siapa tau lo bisa belajar sesuatu yang baru untuk memperkaya gaya rap lo, why not?

Seperti sebelumnya, kita mulai dari awal…

Apa itu nge-Rap?

Gue nggak bakal ngulas sejarahnya soalnya itu aja nggak jelas. Ada yang bilang mulainya di Jamaica, ada yang bilang di New York, ada yang bilang di Bogor… Oke yang terakhir itu pastinya nggak. Tapi yang penting, lo mesti paham bahwa rap itu tidak lain dan tidak bukan adalah nyanyian yang nggak di “nyanyi” in tapi lebih di sebut aja, seperti ngomong biasa, alias manajemen gue suka bilang ngomel.

Di mana nyanyian itu lebih terikat sama melodi dari sebuah lagu, rap itu terikat dengan ketukan nya. Tapi semakin ke sini, musisi semakin kreatif, jadi ada juga rap yang sedikit dinyanyiin, seperti Nelly, Nate Dogg de el el.

Juga, jangan pikir rap itu dilakuin sama rapper doang. Karena, ada juga lagu-lagu populer yang di-rap sama penyanyinya, seperti lagu “Rock DJ” dari Robbie Williams, lagu-lagu Craig David yang lama seperti “Fill Me In” sama “Rewind”, dan seterusnya. Lo juga bisa mikirin sendiri lagu apa aja yang ada teknik nge-rap nya dari lagu barat dan Indonesia.

Cara simpel memahami lantunan rap

Kalo kita ke bare bone basics nya, rap itu sama dengan perkusi yang dibuat dengan kata-kata.

Coba aja, kita pikirin lagu rap favorit kita, terus kita ganti setiap suku katanya dengan suara “duh” atau suara-suara conga. Dengan itu kita bisa pahamin bagaimana hubungan antara rap sama ketukan. Yang bakal kita temuin itu adalah rap itu ngikutin ketukan dengan persis.

Kenapa bisa susah ngikutin ketukan sih?
Kalo kita dikasih lagu rap yang lari dari ketukan, pasti nggak enak didenger. Itu seperti dengerin nyanyian yang fales. Juga kalo kita sebagai newbie dalam bikin lagu-lagu rap (yang gue sebut newbie itu maksudnya pengalaman nulis lagunya belum sampe setahun), kita bakal sering lari dari beat dan sama sekali nggak bisa diadu tekniknya sama rapper-rapper populer yang gue sebut tadi. Ini ada beberapa faktor:

1. Masih baru, tapi udah pengen nge-rap cepet-cepet. Mulai dari yang lambat aja, yang penting ngikutin tempo – FLOW.
2. Nge-rap dalam bahasa yang lo nggak fasih. Contohnya nge-rap dalam bahasa inggris atau bahasa jerman atau apa kek yang lo nggak fasih en nggak alami logatnya. Ini beda dari nyanyi, bros and sisses, dimana kalo nyanyi itu tinggal ngafalin aja melodinya masih bisa enak didenger, tapi kalo rap beda. Jadi kalo lo nggak pinter bahasa barat, lo bahasa indonesia aja.
3. Kurang konsentrasi ke beatnya, temponya, jadi tanpa disadarin taunya udah lari aja.

Mau tau nggak teknik paling nomer satu untuk nguasain rap?

Gampang banget. Jawabannya cuman satu: pilih satu lagu populer yang rap nya asik dan bawain tuh lagu sampe dapet flow seperti yang aslinya. Contohnya, kita pilih lagu “Terbang” nya Iwa K. Bawain tuh lagu sampe dapet.

TERUSS… setelah lo dapet, coba aja lo ganti kata-katanya pake kata-kata lo sendiri.

My friends, lo baru aja ngebukain kunci yang paling berat. Dari latihan yang pertama itu aja lo udah bakal nyadarin hubungan antara vokal rap sama ketukan. Kalo lo udah bisa bawain satu lagu dengan flow yang sama persis ama aslinya, dengan otomatis (mudah-mudahan) lo udah bisa mahamin prinsip pertama dari rap, yaitu flow. Lo bakal tau kenaba orang bisa nikmatin rap itu.

Itu yang paling dasar dari teknik rap. Kalo prinsipnya udah dapet, lo tinggal dengerin lebih banyak lagi musik rap supaya dapet ide-ide untuk gaya flow, dan juga ide-ide topik yang bisa lo bawain dalam rap-rap lo.

Mudah-mudahan lo bisa dapet sedikit pelajaran dari artikel hari ini okay boys and girls, kalo ada tambahan atau pertanyaan atau komentar, lo bisa tinggalin di bawah.

bagi candol nya gan..
dirate juga boleh..makasih gan,,,

Selasa, 29 Maret 2011

stevanus"aja: cara bermain biola untuk pemula

stevanus"aja: cara bermain biola untuk pemula: "Tips ini untuk para pemula yang belajar pada awal-awal bermain biola. Pada sebelumnya saya telah memperkenalkan bagian-bagian biola dan pos..."

Jumat, 18 Maret 2011

ngulik yuks

CARA NGULIK AKOR
oleh : doni riwayanto



Pada posting saya sebelumnya tentang "Bagaimana Belajar Gitar?", (http://doniriwayanto.multiply.com/journal/item/14/Belajar_Gitar_Apa_Aja_sih_yang_Harus_Dipelajari)

ada pertanyaan dari Bro Hpeace sebagai berikut :

"mas, saya kok susah bgt ya klo nyari akord suatu lagu.. ???"

dan dijawab sama Bro Iqbal sebagai berikut :

"listeningnya yang kudu diasah...
selain itu pengetahuan nya juga perlu ditambah...

biasanya suatu lagu tuh ada progresifnya..
nah itu kudu dipelajari juga..."
ntar klo dah biasa, pasti gampang nyari kord lagu lain..

OK.... ini dia bocoran jawabannya:

Akor, Tangga Nada, dan Hukum Relasinya
yg banyak kite dengar dan gunakan saat ini... adalah sebuah sebuah formula yang tersusun selama ribuan tahun. Mulai dari teori Harmonic Seriesnya Phytagoras jaman Yunani, hingga kini mewujud pada teori yang bernama teori Tonal. teori Tonal adalah grand theory dari musik diatonis khas masyarakat barat. Salah satunya ya musik pop, rock, jazz, blues, dan lain sebagainya yang kita kenal saat ini. Tonal sesungguhnya berbicara tentang sistem grafitasi antar nada. Bagai mana nada-nada atau akor-akor tersebut saling memiliki daya tarik menarik sehingga dapat terbentuk suatu melodi maupun progresi akor yang mewujud dalam suatu lagu. Tapi kali ini saya tidak akan membahas masalah ini secara filosofis (meski seharusnya agar lebih jelas mesti di dasari dari pandangan filosofis tentang Tonalitas). Tapi agar tidak membosankan... Kali ini saya akan membahas masalah Tonal ini secara teknis:

Agar tidak membosankan.. praktis saja... saya akan membahas Tonalitas (tonality) dalam hubungannya dengan bagai mana ngulik akor dalam sebuah lagu.

Pertama:
Sesungguhnya akor-akor yang sebegitu banyaknya itu dapat digolongkan dalam dua sudut pandang:
1. Karakter (Mayor, minor, dominant, diminished, augmented)
2. Tingkat atau Fungsi (I,ii,iii,IV,V,vi,vii)
Tentang karakter.. pasti temen-temen sudah tahu... setidaknya yang dasar... mayor dan minor. Kemudian yang jarang diketahui adalah Fungsi.

Ke dua
Setiap karya musik yg mengikuti hukum Tonal tentu memiliki nada dasar yang kemudian disebut Tonik. Tonik atau nada dasar ini bisa di nada apapun: bisa C, bisa D, E, F, G, A, dan lain-lain.
Dalam setiap nada dasar akan diikuti oleh suatu hukum yang telah dipatuhi selama ribuan tahun.

Ke Tiga
Secara praktis hukum yang saya maksud adalah sebagai berikut:
Ketika sebuah lagu berada pada nada dasar C... maka dia akan menggunakan tangga nada C mayor (1[do]-2[re]-3[mi]-4[fa]-5[sol]-6[la]-7[si]-1[do]) dengan rangkaian nada C-D-E-F-G-A-B-C.
Dan rangkaian akor C, Dm, Em, F, G, Am, Bdim, C.

coba bandingkan:
tangga nada : C D E F G A B
akor : C Dm Em F G Am Bdim

Keduanya sama-sama merupakan suatu urutan. Cuma dalam akor memiliki karakter (mayor, minor, diminished). Itulah yang disebut karakter akor tadi.
Kemudian secara tingkatan atau fungsi maka kita dapati tingkatan sebagai berikut

akor : C Dm Em F G Am Bdim
tingkat/fungsi : I ii iii IV V vi vii

Antara tingkat dan karakter ini berkaitan:

Akor Tingkat I secara natural memiliki karakter mayor
Akor Tingkat ii secara natural memiliki karakter minor
Akor Tingkat iii secara natural memiliki karakter minor
Akor Tingkat IV secara natural memiliki karakter mayor
Akor Tingkat V secara natural memiliki karakter mayor
Akor Tingkat vi secara natural memiliki karakter minor
Akor Tingkat vii secara natural memiliki karakter diminished

Ke Empat
Buktikan teori ini:
dalam lagu dengan nada dasar C mayor... maka akor-akor yang akan sering digunakan adalah akor akor: C Dm Em F G Am Bdim

Buktikan dalam lagu:
Kutak bisa (slank)
Demi waktu (ungu)
Sebelum Cahaya (letto)
Cinta Ini Membunuhku (d masive)
Ketahuan (matta)
Puspa (ST12)
Yakin (Radja)

Kadang kala... akor minor seperti akor Dm, Em, dan Am, diubah menjadi mayor seperti dalam Puspa (ada akor D mayor), Ketahuan (ada akor E mayor). Hal ini sering pula terjadi dalam lagu lagunya ADA band, Element, dan lain-lain. Atau sebaliknya, Akor F mayor diubah menjadi F minor. Ini sreing terjadi dalam penghujung frase yang berakhiran akor F.
Hal itu disebut sebagai modulasi sementara... dan pergantian akor ini otomatis diikuti pula perubahan tangga nadanya.
Jika perubahan akor itu tidak hanya satu akor maka patut dicurigai lagu tersebut bepindah nada dasarnya atau modulasi penuh...

Ke Enam
Dalam nada dasar lainpun akan terjadi hal tersebut. Untuk lebih lengkapnya bisa di baca dalam buku ini

Judul : Gitar Elektrik Teknik Dasar dan Aplikasi
Penulis : Doni Riwayanto
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama














Ke Tujuh
Apa yang saya bicarakan semua itu adalah dari segi intelgensi. Tetapi musik terbentuk tidak cuma dari intelgensi tetapi: Intuisi, Intelgensi, Sense of Pitch (kepekaan terhadap nada), Mood, dan Habit, Dalam hal ini (ngulik akor) yang tak kalah penting dari pengetahuan di atas adalah sense of pitch... dan ini bisa dilatih... Latihannya gimana? itulah pentingnya Metode Belajar. 90% siswa yang belajar sama saya pada akhirnya bisa menerapkan teori tersebut...
kenapa orng didunia ini begitu egoooooois

Senin, 07 Maret 2011

motivasi belajar

Motivasi belajar setiap orang, satu dengan yang lainnya, bisa jadi tidak sama. Biasanya, hal itu bergantung dari apa yang diinginkan orang yang bersangkutan.

Misalnya, seorang anak mau belajar dan mengejar rangking pertama karena diiming-imingi akan dibelikan sepeda oleh orangtuanya.

Contoh lainnya, seorang mahasiswa mempunyai motivasi belajar yang tinggi agar lulus dengan predikat cum laude. Setelah itu, dia bertujuan untuk mendapatkan pekerjaan yang hebat dengan tujuan membahagiakan orangtuanya.

Apa saja, sih, faktor-faktor yang membedakan motivasi belajar seseorang dengan yang lainnya?

Beberapa faktor di bawah ini sedikit banyak memberikan penjelasan mengapa terjadi perbedaaan motivasi belajar pada diri masing-masing orang, di antaranya:
  • Perbedaan fisiologis (physiological needs), seperti rasa lapar, haus, dan hasrat seksual
  • Perbedaan rasa aman (safety needs), baik secara mental, fisik, dan intelektual
  • Perbedaan kasih sayang atau afeksi (love needs) yang diterimanya
  • Perbedaan harga diri (self esteem needs). Contohnya prestise memiliki mobil atau rumah mewah, jabatan, dan lain-lain.
  • Perbedaan aktualisasi diri (self actualization), tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.

Stimulus motivasi belajar

Terdapat 2 faktor yang membuat seseorang dapat termotivasi untuk belajar, yaitu:
  • Pertama, motivasi belajar berasal dari faktor internal. Motivasi ini terbentuk karena kesadaran diri atas pemahaman betapa pentingnya belajar untuk mengembangkan dirinya dan bekal untuk menjalani kehidupan.
  • Kedua, motivasi belajar dari faktor eksternal, yaitu dapat berupa rangsangan dari orang lain, atau lingkungan sekitarnya yang dapat memengaruhi psikologis orang yang bersangkutan.

Tips-tips meningkatkan motivasi belajar

Motivasi belajar tidak akan terbentuk apabila orang tersebut tidak mempunyai keinginan, cita-cita, atau menyadari manfaat belajar bagi dirinya. Oleh karena itu, dibutuhkan pengkondisian tertentu, agar diri kita atau siapa pun juga yang menginginkan semangat untuk belajar dapat termotivasi.

Yuk, ikuti tips-tips berikut untuk meningkatkan motivasi belajar kita:
  • Bergaullah dengan orang-orang yang senang belajar
    Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan berprestasi, akan membuat kita pun gemar belajar. Selain itu, coba cari orang atau komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar.

    Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat kepada orang-orang yang pernah atau sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, orang-orang yang mendapat beasiwa belajar di luar negeri, atau orang-orang yang mendapat penghargaan atas sebuah presrasi.

    Kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita. Seperti halnya analogi orang yang berteman dengan tukang pandai besi atau penjual minyak wangi. Jika kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka kita pun turut terciprat bau bakaran besi, dan jika bergaul dengan penjual minyak wangi, kita pun akan terciprat harumnya minyak wangi.
  • Belajar apapun
    Pengertian belajar di sini dipahami secara luas, baik formal maupun nonformal. Kita bisa belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer, belajar menulis, membuat film, berlajar berwirausaha, dan lain lain-lainnya.
Belajar dari internet
Kita bisa memanfaatkan internet untuk bergabung dengan kumpulan orang-orang yang senang belajar. Salah satu milis dapat menjadi ajang kita bertukar pendapat, pikiran, dan memotivasi diri. Sebagai contoh, jika ingin termotivasi untuk belajar bahasa Inggris, kita bisa masuk ke milis Free-English-Course@yahoogroups.com.

Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif
Di dunia ini, ada orang yang selalu terlihat optimis meski masalah merudung. Kita akan tertular semangat, gairah, dan rasa optimis jika sering bersosialisasi dengan orang-orang atau berada dalam komunitas seperti itu, dan sebaliknya.

Cari motivator
Kadangkala, seseorang butuh orang lain sebagai pemacu atau mentor dalam menjalani hidup. Misalnya: teman, pacar, ataupun pasangan hidup. Anda pun bisa melakukan hal serupa dengan mencari seseorang/komunitas yang dapat membantu mengarahkan atau memotivasi Anda belajar dan meraih prestasi

musik 1

Mencari Chord dalam Sebuah Lagu

Pemain gitar biasanya hanya menerima chord chart dari sebuah lagu tanpa disertai tanda key signature, atau tanda perubahan key signature di tengah lagu tersebut. Misalnya jika kamu membaca majalah gitar yang berisi chord-chord dan liriknya. Biasanya di situ tidak akan ditulis Key signature dari lagu tsb, atau bahkan perubahan key signature jika ada di tengah lagu tsb. Untuk bisa memainkan melodi, ataupun berimprovisasi, sangat perlu bagi kita mengetahui di kunci apa sebuah progresi chord tersebut berputar. Biasanya pendekatan yang umum secara musical adalah mendengarkan lagu tersebut dan mencari kuncinya dengan menggunakan telinga, akan tetapi kita juga bisa mencarinya dengan cara menganalisa chord-chordnya.

Menganalisa progresi kunci mayor

Metode yang digunakan untuk mencari kunci mayor dalam sebuah progresi chord adalah sebagai berikut:

1. Coba lihat terlebih dahulu masing-masing chord yang ada dalam progresi, kemudian buat daftarnya, kemungkinan-kemungkinan chord tersebut milik dari sebuah kunci apa, berdasarkan dari kualitas masing-masing chord. Karena scale mayor yang diharmonisasi memiliki tiga chord minor 7th (IImi7, III,mi7, dan VImi7), setiap chord minor 7th bisa menjadi milik dari 3 kunci yang berbeda. Sedangkan chord Major 7th bisa sebagai Ima7 ataupun IVma7 dari dua buah kunci yang berbeda, dan dominant chord sudah pasti adalah chord V7 dari sebuah kunci saja.
2. Bandingkan masing-masing kemungkinan kunci tersebut. Cari masing2 chord tsb yang mempunyai kunci yang sama.
3. setelah kalian menemukan kuncinya, tulislah fungsi dari masing-masing chord dengan angka Romawi.

Menganalisa progresi kunci minor

Secara teori, kunci minor dapat diidentifikasikan dengan menggunakan tehnik yang sama. Pada kunci minor yang diharmonisasi dari scale natural minor, chord dominant 7th adalah chord bVII7 dan secara otomatis menunjukan kuncinya.

Akan tetapi dalam prakteknya keadaan menjadi sedikit rumit jika menyangkut kunci minor. Untuk alasan tertentu harmoni natural minor lebih sering dirubah untuk menghasilkan melodi dan progesi chord yang lebih kuat. Salah satu hasil dari perubahan tersebut adalah seringnya chord V pada kunci minor yang diubah dari chord minor 7th menjadi dominant 7th sehingga fungsi dominant chordnya menjadi lebih spesifik. Oleh karena itu penting bagi kita untuk melihat hubungan interval antar chordnya yaitu sebagai berikut:

1. Jika ada kunci minor satu langkah di atas chord dominant 7th , berarti chord dominant 7th tersebut mempunyai fungsi sebagai bVII7 dan berarti chord minor 7th nya tersebut adalah Imi7.
2. Jika ada chord minor 7th dengan interval perfect fifth di bawah chord dominant 7th, artinya chord dominant 7th berfungsi sebagai chord V7 dan chord minor 7th nya adalah chord Imi7 seperti contoh di bawah ini.

Indikator lain yang bisa mengidentifikasikan progresi kunci minor adalah chord minor 7th b5. chord ini jika ada/digunakan dalam progresi fungsinya adalah sebagai IIº dalam harmoni natural minor. Ini menjadikan kunci minor 7th b5 sebagai indikator yang pasti dalam sebuah progresi kunci minor (Dalam praktek chord minor 7th b5 jarang sekali muncul sebagai chord VIIº dalam kunci mayor)

Menganalisa kunci dalam progesi triad

Dengan mengetahui chord Dominant 7th dan minor 7th b5 kita dapat dengan mudah mengetahui kunci tersebut adalah sebuah kunci mayor atau kunci minor. Dalam musik pop atau rock biasanya progresi dibuat dalam bentuk triad jadi artinya chord V nya adalah major triad sama halnya dengan chord I dan IV. Begitu juga penggunaan triad diminished (VIIº dalam kunci mayor, IIº dalam kunci minor) sangat jarang digunakan karena terdengar sangat dissonant di antara chord mayor dan minor, sehingga terdengar seolah tidak pada tempatnya.

Pertanyaannya adalah lalu ada berapa kunci bisa diidentifikasikan ketika masing-masing chord secara teori mempunyai fungsi lebih dari satu. Jawabannya bisa ditemukan dengan dua macam cara:

A. Menata ulang chord-chord tersebut secara urutan scale.

Perhatikan contoh di bawah ini, dengan berexperimen kita bisa menemukan chord I nya. Setelah kita menemukan chord I nya cobalah tulis nama chord disertai fungsinya seperti di bawah ini.

Nama Chord E F#mi G#mi A B C#mi
(dalam urutan scale)
Fungsi I IImi IIImi IV V VImi

B. Gunakan telinga

Mainkan progesi chord yang ada dengan menggunakan gitar kamu, dan dengarkan. Dalam praktek cara ini adalah cara yang paling tepat untuk mencari kunci dasar dari sebuah progresi, apakah itu progesi yang menggunakan 7th chord, triad, ataupun keduanya. Progresi diatonik biasanya ada di dalam satu nada dasar saja. Nada dasar tersebut bisa menjadi jelas dengan cara mendengarkan progresi cukup lama untuk mendapatkan kemana chord tersebut diselesaikan (tonic chord), kemudian identifikasikan nada dasar yang telah kita peroleh tsb dengan mencocokannya dengan gitar kita sesuai dengan scale dan chordnya. Walaupun tidak semua lagu pop dimulai dari chord I tapi rata-rata hampir semuanya akan diselesaikan pada chord I.

Mencari Kunci dasar hanya dengan menganalisa memang mempunyai beberapa kesulitan, oleh karena itu untuk lebih memastikannya lagi kita harus menggunakan telinga kita untuk mendengarnya. Ada beberapa penjelasan lagi secara harmoni yang menerangkan mengapa suatu chord itu bisa masuk ke dalam sebuah progressi, hal ini mungkin akan saya tulis di lesson-lesson yang akan datang. Kombinasi dari mengerti teori dan telinga yang terlatih akan me

Minggu, 20 Februari 2011

tenses

1. Present Tense (Waktu Sekarang)

a. Simple Present Tense (Waktu Sekarang Sederhana)

Text Box: Subject + To Be (am / are / is) + …  Subject + Verb + …

Rumus :

Contoh kalimat :

(+) She is a new people here.

(+) He plays football every morning

(-) She isn’t a new people here.

(-) He not playing football every morning.

(?) Is she a new people here?

(?) How playing football every morning?

b. Present Continuous Tense (Waktu Berlangsung Sekarang)

Menerangkan suatu perbuatan yabg sedang berlangsungpada waktu sekarang.

Text Box: Subject + To Be (am / is / are) +Verb I + ING …

Rumus :

Contoh dalam kalimat :

(+) They are studying English now.

(+) He is playing badminton now

(-) They aren’t studying English now.

(-) He isn’t playing badminton now.

(?) Is he playing badminton now.

(?) Is she going to market now?

c. Present Perfect Tense (Waktu Sempurna Sekarang)

Text Box: Subject + Have / Has +Verb II (Ing) + …

Rumus :

Contoh :

(+) I have gone.

(+) They have done

(-) I haven’t gone.

(-)They haven’t done.

(?) Have I gone ?

(?) Have they done ?

d. Present Perfect Continuous Tense (Waktu Berlangsung Sempurna Sekarang)

Text Box: Subject + Have / Has +Verb II (Ing) + …

Rumus :

Contoh :

(+) She has been going to Malang since evening.

(+) We have been riding a horse for three days

(-) She hasn’t been going to Malang since evening.

(-) We haven’t been riding a horse for three days.

(?) Has she been going to Malang ?

(?) Have He been riding a horse for three days ?

2. Past Tense (Waktu Lampau)

a. Simple Past Tense (Waktu Lampau Sederhana)

Text Box: Subject + To Be (was / were) + …  Subject + Verb II + …Rumus :

Contoh :

(+) I saw a good film last night

(+) He came here last month

(-) I saw not a good film last night

(-) He came not last month

(?) Saw I a good film last night

(?) Came He here last month

Text Box: Subject + To Be (was / were) + Verb I (Ing) + …

b. Past Continuous Tense (Waktu Berlangsung Lampau)
Rumus :

Contoh :

(+) He was watching television all afternoon last week

(+) They were talking about sport when I met him

(-) He wasn’t watching television all afternoon last week

(-) They weren’t talking about sport when I met him

(?) Was He watching television all afternoon last week

(?) Were they talking about sport when I met him

c. Past Perfect Tense (Waktu Sempurna Lampau)

Text Box: Subject + Had + Been + …  Subject + Had + Verb III + …

Rumus :

Contoh :

(+) When my brother arrived , I had painted my motor cycle

(+) The ship had left before I arrived

(-) When my brother arrived , I hadn’t painted my motor cycle

(-) The ship hadn’t left before I arrived

(?) Had I my motor cycle , when my brother arrived ?

(?) Had the ship left before I arrived?

d. Past Perfect Continuous Tense (Waktu Berlangsung Sempurna Lampau)

Text Box: Subject + Had + Been + Verb I (Ing) + …

Rumus :

Contoh :

(+) They had been living there for two month

(+) When they washed my drees , your father had been playing badminton

(-) They hadn’t been living there for two month

(-) When they washed my dress , your father hadn’t been playing badminton

(?) Had they been living there for two month?

(?) When they washed my dress , had your father been playing badminton ?

3. Future Tense (Akan Datang)

a. Simple Future Tense (Waktu Akan Datang Sederhana)

Text Box: Subject Shall / Will + Be + …  Subject + Shall / Will + Verb + …

Rumus :

Contoh :

(+) I will visit to yogyakarta tomorrow.

(+) he will met girl friend by seven o’clock

(?) Will he go to America next month?

(+) President shall at Nederland the day after tomorrow.

(-) President shall not at Nederland the day after tomorrow.

(?) Shall President at Nederland the day after tomorrow?

b. Future Continuous Tense (Waktu Berlangsung Akan Datang)

Text Box: Subject + Shall / Will + Be + Verb (Ing) + …

Rumus :

Contoh :

(+) I will be writing a comic.

(+) I will be studying tomorrow night.

(-) I will not writing a comic.

(-) I will not be studying tomorrow night.

(?) Will I be writing a comic ?

(?) Will I be studying tomorrow night ?

c. Future Perfect Tense (Waktu Sempurna Akan Datang)

Text Box: Subject + Shall / Will + Have + Been + …  Subject + Shall / Will + Have + Verb II + …

Rumus :

Contoh :

(+) Bily will have done his work by the end of this week.

(+) By next week I shall have read this book.

(-) Bily will haven’t done his work by the end of this week.

(-) By next week I shall haven’t read this book.

(?) Will Billy have done his work by the end of this week ?

(?) Shall I have read this book by next week ?

d. Future Perfect Continuous Tense (Waktu Berlangsung Sempurna Akan Datang)

Text Box: Subject + Shall / Will + Have + Been + Verb (Ing) + …

Rumus :

Contoh :

(+) I will have been reading a news paper.

(+) He will have been listening music.

(-) I will haven’t been reading a news paper.

(-) He will haven’t listening a music.

(?) Will I have been riding a news paper ?

(?) Will He have listening a music ?

4. Past Future Tense (Akan Datang Di Waktu Lampau)

a. Past Future Tense (Waktu Akan Datang Di Waktu Lampau)

Text Box: Subject + Should / Would + Have + Been + …  Subject + Should / Would + Have + Verb III + …

Rumus :

Contoh :

(+) He would come if you invited him.

(+) They would buy a home the previous day.

(-) He wouldn’t come if invited him.

(-) They wouldn’t buy a home the previous day.

(?) Would He come if invited him ?

(?) Would they buy a home the previous day ?

b. Past Future Continuous Tense (Waktu Akan Sedang Terjadi Diwaktu Lampau)

Text Box: Subject + Shoul / Would + Be : Verb (Ing) + …

Rumus :

Contoh :

(+) I should be swimming at this time the following day.

(+) I shall be sliping at 10 o’clock tomorrow.

(-) I shouldn’t be swimming at this time the following day.

(-) I shalln’t be sleeping at 10 o’clock tomorrow.

(?) Shall I be swimming at this time the following day ?

(?) Shall I be sleeping at10 o’clock tomorrow ?

c. Past Future Perfect Tense (Waktu Akan Sudah Selesai Di Waktu Lampau)

Text Box: Subject + Should / Would + Have + Been + …  Subject + Should / Would + Have + Verb III + …

Rumus :

Contoh :

(+) He would have graduated if he had studies hard.

(+) Nonok will have studied moth by the end of this week.

(-) He wouldn’t have gone if he had met his darling

(-) Nonok will have not studied month by the end of this week

(?) Would He have gone if he had met his darling ?

(?) Will Nonok have studied month by the end of this week ?

d. Past Future Perfect Continuous Tense

(Waktu Yang Sudah Sedang Berlangsung Pada Waktu Lampau)

Text Box: Subject + Should / Would + Have + Been + Verb (Ing) + …

Rumus :

Contoh :

Rianawati would have been speaking English for two years

(+) Mrs. Anisa Munif would have been walking here for seventeen years

(+) Rianawati would have been speaking English for two years

(-) Mrs. Anisa Munif wouldn’t have been walking here for seventeen year

(-) Rianawati wouldn’t have been speaking English for two years

(?) Would Mrs. Anisa Munif have been walking here for seventeen years?

(?) Would Rianawati have been speaking English for two years?

valentine dalam sejarah

Perayaan hari Valentine termasuk salah satu hari raya bangsa Romawi paganis (penyembah berhala), di mana penyembahan berhala adalah agama mereka semenjak lebih dari 17 abad silam. Perayaan valentin tersebut merupakan ungkapan dalam agama paganis Romawi kecintaan terhadap sesembahan mereka.

Perayaan Valentine's Day memiliki akar sejarah berupa beberapa kisah yang turun-temurun pada bangsa Romawi dan kaum Nasrani pewaris mereka. Kisah yang paling masyhur tentang asal-muasalnya adalah bahwa bangsa Romawi dahulu meyakini bahwa Romulus (pendiri kota Roma) disusui oleh seekor serigala betina, sehingga serigala itu memberinya kekuatan fisik dan kecerdasan pikiran. Bangsa Romawi memperingati peristiwa ini pada pertengahan bulan Februari setiap tahun dengan peringatan yang megah. Di antara ritualnya adalah menyembelih seekor anjing dan kambing betina, lalu dilumurkan darahnya kepada dua pemuda yang kuat fisiknya. Kemudian keduanya mencuci darah itu dengan susu. Setelah itu dimulailah pawai besar dengan kedua pemuda tadi di depan rombongan. Keduanya membawa dua potong kulit yang mereka gunakan untuk melumuri segala sesuatu yang mereka jumpai. Para wanita Romawi sengaja menghadap kepada lumuran itu dengan senang hati, karena meyakini dengan itu mereka akan dikaruniai kesuburan dan melahirkan dengan mudah.

Sejarah hari valentine I :
Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera. Tahu gak dewa Zeus? itu bokap-nye hercules.

Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan berlari-lari di jalanan kota Roma sambil membawa potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai dijalan. Sebagian ahli sejarah mengatakan ini sebagai salah satu sebab cikal bakal hari valentine.


Sejarah Valentine's Day II :
Menurut Ensiklopedi Katolik, nama Valentinus diduga bisa merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda yaitu dibawah ini:
  • pastur di Roma
  • uskup Interamna (modern Terni)
  • martir di provinsi Romawi Afrika.
Hubungan antara ketiga martir ini dengan hari raya kasih sayang (valentine) tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti dari emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada tahun 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine (14 Februari), di mana peti dari emas diarak dalam sebuah prosesi dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu dilakukan sebuah misa yang khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.

Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santo yang asal-muasalnya tidak jelas, meragukan dan hanya berbasis pada legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.

Sejarah hari valentine III :
Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sastrawan Inggris Pertengahan bernama Geoffrey Chaucer. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) bahwa:
For this was sent on Seynt Valentyne's day (Bahwa inilah dikirim pada hari Santo Valentinus) Whan every foul cometh ther to choose his mate (Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya)

Pada jaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari valentine dan memanggil pasangan Valentine mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi naskah British Library di London. Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada jaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:

  • Sore hari sebelum santo Valentinus akan mati sebagai martir (mati syahid), ia telah menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis "Dari Valentinusmu".
  • Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka diam-diam.
Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir.

lirik lagu second serenade fall for you

Secondhand Serenade - Fall For You

Original Version

The best thing about tonight's that we're not fighting
Could it be that we have been this way before
I know you don't think that I am trying
I know you're wearing thin down to the core

But hold your breathe
Because tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don't make me change my mind
Or I wont live to see another day
I swear it's true
Because a girl like you is impossible to find
Your impossible to find

This is not what I intended
I always swore to you i'd never fall apart
You always thought that I was stronger
I may of failed
But I have loved you from the start
Ohhhh

But hold your breathe
Because tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don't make me change my mind
Or I wont live to see another day
I swear it's true
Because a girl like you is impossible to find
It's impossible

So breathe in so deep
Breathe me in
I'm yours to keep
And hold onto your words
Cuz talk is cheap
And remember me tonight
When your asleep

Because tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don't make me change my mind
Or I wont live to see another day
I swear it's true
Because a girl like you is impossible to find
Tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don't make me change my mind
Or I wont live to see another day
I swear it's true
Because a girl like you is impossible to find
Your impossible to find

musik

Musik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Allegory of Music karya Lorenzo Lippi

Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam:

  • Bunyi/kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengar
  • Suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya.
  • Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik

Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali.

Musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.

[sunting] Aliran-aliran musik

Berikut adalah daftar aliran/genre utama dalam musik. Masing-masing genre terbagi lagi menjadi beberapa sub-genre. Pengkategorian musik seperti ini, meskipun kadang-kadang merupakan hal yang subjektif, namun merupakan salah satu ilmu yang dipelajari dan ditetapkan oleh para ahli musik dunia.

Dalam beberapa dasawarsa terakhir, dunia musik mengalami banyak perkembangan. Banyak jenis musik baru yang lahir dan berkembang. Contohnya musik triphop yang merupakan perpaduan antara beat-beat elektronik dengan musik pop yang ringan dan enak didengar. Contoh musisi yang mengusung jenis musik ini adalah Frou Frou, Sneaker Pimps dan Lamb. Ada juga hip-hop rock yang diusung oleh Linkin Park. Belum lagi dance rock dan neo wave rock yang kini sedang in. banyak kelompok musik baru yang berkibar dengan jenis musik ini, antara lain Franz Ferdinand, Bloc Party, The Killers, The Bravery dan masih banyak lagi.

Bahkan sekarang banyak pula grup musik yang mengusung lagu berbahasa daerah dengan irama musik rock, jazz dan blues. Grup musik yang membawa aliran baru ini di Indonesia sudah cukup banyak salah satunya adalah Funk de Java yang mengusung lagu berbahasa Jawa dalam musik rock.

[sunting] Lihat pula

Sabtu, 29 Januari 2011

suara

Memiliki profesi yang biasa menerima dan berbicara di telepon maka anda perlu mendapatkan ekspresi dan kualitas suara yang maksimal. Profesi yang berkaitan biasanya seperti marketing, sekretaris, operator dan lain sebagainya.

Suara yang bagus tidak hanya dimiliki oleh penyanyi saja tapi juga harus dimiliki oleh anda bekerja dengan mengandalkan telepon. Ada beberapa langkah yang bisa anda lakukan agar kualitas suara selalu maksimal, simak berikut ini.

Yang pertama adalah mengatur pernafasan dengan beberapa latihan. Caranya adalah menarik dan mengeluarkan nafas dari diafragma. Lalu tarik nafas melalui hidung dan tahan hingga 10 detik. Atau tarik nafas melalui hidung lalu keluarkan dengan mulut sambil bersuara atau berkata-kata atau berteriak. Lakukan latihan ini secara teratur, minimal seminggu sekali agar suara anda menjadi lebih jernih dan nafas lebih panjang.

Perhatikan pengucapan kata-kata dan artikulasi ucapan anda. Berlatihlah mengucapkan kata-kata dengan jelas. Karena pengucapan yang jelas akan menghindari kesalahpahaman.

Suara dengan nada yang terlalu datar dan monoton akan sangat menjemukan bagi pendengarnya. Agar suara anda tidak menjemukan maka gunakan variasi suara seperti perubahan volume, nada, kecepatan berbicara dan jeda suara.

Perbanyak minum air putih minimal 8 gelas sehari. Setiap kali bangun tidur, usahakan agar anda meneguk air putih terlebih dahulu sebanyak satu gelas. Karena air putih mampu menyehatkan tubuh dan suara lebih jernih.

Akan lebih baik anda menghindari makanan yang mengandung minyak atau lemak karena akan membuat kualitas suara menjadi buruk dan serak. Perbanyaklah mengkonsumsi buah-buahan segar yang banyak mengandung air. Dengan begitu kebutuhan gizi tubuh akan terpenuhi dan kualitas suara pun akan lebih baik.

Jadi memiliki kualitas yang sempurna akan mempengaruhi imajinasi pendengar terhadap diri anda loh. Tidak percaya? Buktikan saja sendiri.

konsentrasi otak

Pikiran anda kacau, bagaimanapun anda mencoba untuk konsentrasi atau mencari jawaban, semuanya tetap sulit. Apakah anda tau? Anda hanya menggunakan sebagian kecil dari kapasitas otak anda, bahkan kemungkinan anda tidak melakukan terobosan untuk mencapai sebagai mana yang anda harapkan. Atau anda memerlukan materi dan informasi baru untuk anda serap dan kuasai secepatnya? Jangan kawatir, pakai Hedphones anda, tutup mata dan dengarkan kelembutan suara Terapi Gelombang Otak Brain Booster.

Mengapa ada orang yang otaknya jenius, cepat dalam belajar, gampang memahami persoalan, cepat tanggap, mudah hafal, bisa mengingat banyak hal, konsentrasinya bagus, serta kreatif dalam mencipta dan menyelesaikan masalah? Mengapa seseorang bisa punya kemampuan otak yang hebat, cerdas, pintar, jenius?

Saya akan jawab pertanyaan itu sekarang. Kita mulai dengan mengenal struktur dan fungsi otak manusia.

Otak tersusun dari kumpulan neuron, dimana neuron merupakan sel saraf panjang seperti kawat yang mengantarkan pesan-pesan listrik lewat sistem saraf dan otak. Sel-sel pada suatu daerah otak menghubungi bagian-bagian tubuh yang lain secara kontinyu dan otomatis. Neuron ini mengirimkan sinyal dengan menyebar secara terencana, semburan listrik terhentak-hentak yang membentuk bunyi yang jelas (kertak-kertuk) yang timbul dari gelombang kegiatan neuron yang terkoordinasi, dimana gelombang itu sebenarnya sedang mengubah bentuk otak dan membentuk sirkuit otak menjadi pola-pola yang lama kelamaan akan menyebabkan bayi yang lahir nanti mampu menangkap suara, sentuhan, dan gerakan.

Lapisan luar otak terdiri dari ribuan syaraf yang mirip benang kusut dan pembuluh darah. Otak terdiri dari jutaan sel neuron, dan masing-masing sel mempunyai inti sel (nukleus) dan sejumlah tangan syaraf (tentacle) yang menyebar ke segala arah, dimana masing-masing tangan (tentacle) memiliki ribuan tonjolan (prouberans).

Tingkat intelegensia ditentukan oleh banyaknya tonjolan-tonjolan tangan syaraf sel otak. Setiap tonjolan paling tidak, berhubungan dengan satu tonjolan yang lain dan dengan tenaga elektrokimiawi menyebabkan kedua tonjolan ini membentuk suatu pola hubungan dengan gugusan tonjolan yang lain, dimana otak merupakan suatu pola atau jaringan yang dibentuk ribuan tonjolan yang terdapat pada tangan syaraf jutaan sel otak. Jika otak dirangsang, berapapun usianya, maka otak akan membentuk lebih banyak tonjolan pada setiap tangan syaraf sel-selnya, dan akan meningkatkan jumlah total hubungan-hubungan antar syaraf yang terdapat di dalam otak. Bila belahan otak yang lebih lemah dirangsang dan disuruh bekerja bersama belahan otak yang lebih kuat (bersinergi) akan tercipta kemampuan dan efektivitas otak yang jauh lebih tinggi dari 5 sampai 10 kali lipat.

Ada banyak cara meningkatkan kemampuan otak. Ada banyak cara untuk mensingkronkan sel-sel saraf dalam otak. Ada yang menggunakan terapi fisik, dan psikologis. Cara paling baru yang lebih mudah dan efektif adalah dengan stimulasi gelombang otak, dan itulah cara yang sedang saya perkenalkan kepada Anda.

Saya yakin anda sudah pernah mendengar kata endorphin, bahan biokima alami yang dihasilkan otak pada saat anda sedang melakukan olahraga. Ia dapat membuat anda bersemangat. Tetapi tahukah anda, bahwa Endorphin juga dapat dihasilkan ketika kondisi gelombang otak berada pada fase antara alpha dan theta. Endorphin tidak hanya membuat anda merasa bugar dan bersemangat. Zat endorphin juga dapat meningkatkan kemampuan konsentrasi dan daya ingat anda.

Para ilmuwan percaya bahwa bagian otak yang menghasilkan endorphin berada pada area yang sama yang terlibat dalam proses belajar dan mengingat. Hasil penelitian di North Western University membuktikan bahwa ketika seseorang sedang mempelajari sesuatu, otak “menghadiahkan” dirinya dengan menghasilkan endorphin. Hal ini diyakini sebagai penyebab mengapa hal-hal baru lebih gampang untuk diingat dan diulang kembali.

Dengan kata lain, belajar dan mengingat, akan lebih mudah dilakukan apabila terdapat cukup banyak endorphin dalam otak anda, suatu kondisi yang dapat terjadi apabila otak berada pada gelombang yang tepat. Ada keuntungan lain yang dapat anda peroleh apabila anda fokus pada konfigurasi gelombang otak antara alpha dan theta ini, yaitu anda akan lebih mudah untuk mendapatkan ide-ide dalam berkarya, mencipta, atau menyelesaikan masalah yang sedang anda hadapi.

Anda sudah tahu, bahwa endorphin bisa dihasilkan dalam kondisi gelombang otak tertentu, dan untuk mencapai kondisi gelombang otak yang tepat tersebut, ada banyak cara, diantaranya latihan meditasi, relaksaksi, dan lain sebagainya. Cara yang paling cepat adalah dengan stimulasi gelombang otak.

CD Brain Booster ini dirancang khusus untuk anda yang ingin memaksimalkan kemampuan otak, selain menjadikan anda menjadi fokus dan konsentrasi CD ini di yakini mampu menyehatkan dan menyembuhkan gangguan kesehatan yang terjadi pada daerah kepala. Berbagai manfaat bisa Anda dapatkan dengan mendengarkan CD ini antara lain:

Kamis, 27 Januari 2011

cara bermain biola untuk pemula

Tips ini untuk para pemula yang belajar pada awal-awal bermain biola. Pada sebelumnya saya telah memperkenalkan bagian-bagian biola dan posisi dasar bermain biola. Pada awalnya pemula akan sulit menguasai posisi dasar bermain biola, namun bila dilatih maka akan mudah. Setelah berhasil menguasai posisi dasar secara sempurna kemudian dimulai dari latihan bermain biola dasar. Bagaimana melakukannya? Tidak sulit! Pada awalnya latihan dimulai dari hanya menggesek senar A. Senar A terletak pada urutan ke 2 setelah senar E, dilihat dari senar G terletak pada urutan ke 3. Bisa dilihat contoh gambar senar A dari gambar senar A biola dibawah ini.
Latihan dilakukan dengan cara menggesek senar A secara berulang-ulang.
Latihan dilakukan dalam durasi awal-awal 15 menit setiap hari. (Latihan ini dapat ditambah durasinya sesuai dengan kemampuan masing-masing pribadi)
Lakukanlah latihan ini dengan ketukan:
  • 4 ketuk/*bow
  • 2 ketuk/bow
  • 1 ketuk/bow
  • 1/2 ketuk/bow
*keterangan: per bow = per satu gesekan penuh.

Lakukan latihan ini secara berulang-ulang hingga bow hanya fokus mengenai senar A saja.
Setelah bow hanya fokus mengenai senar A saja, mungkin kamu akan jenuh dengan latihan ini, kamu dapat mencoba latihan gesek ini ke senar D, G, dan E.
contoh gambar senar G,D, dan E :
Bila kamu telah melakukan latihan ini, mungkin kamu akan bingung, apa tujuan dari latihan ini?
Tujuan dari latihan menggesek ini adalah sebagai berikut:

1.melatih akurasi bow pada senar

Mengapa pada awal latihan harus di senar A?
pada awal latihan harus di senar A karena senar A merupakan senar yang posisinya paling berdekatan dengan senar D dan E. Bila akurasi tidak mulus maka akan mengenai senar D dan E.

2. Mengasah dan mengenali kemampuan menggesek awal

Pada awal menggesek biola pastinya tidak akan sehalus para pemain biola senior. Tentunya ada proses pembelajaran dari hari ke hari. Tujuan ini berguna untuk mengasah kemampuan dasar dan mengenali gesekan pada awal belajar biola.

Pada awalnya pergelangan tangan kamu masih kaku dalam bermain biola. Untuk mengefektifkan pembelajaran ini sangat disarankan untuk melatih kelenturan pergelangan tangan. Latihan kelenturan pergelangan tangan ini pasti akan terasa sangat berguna dalam proses pembelajaran.



Walaupun ada beberapa pemain biola yang memainkan dengan kidal, namun mayoritas pemain biola, kidal maupun tidak kidal, bermain dengan biola di tangan kiri dan busur di tangan kanan. Cara yang benar untuk bermain biola adalah dengan memegang biola dengan tangan kiri, dan penyangga dagu pada biola diapit dengan dagu dan pundak kiri, dapat dibantu dengan penyangga bahu, namun banyak pemain yang memilik tidak menggunakannya. Bermain biola dapat dilakukan dengan berdiri maupun duduk di kursi, sesuai selera pemain.

Cara membunyikan biola dapat dengan digesek dengan busur maupun dipetik dengan jari tangan kanan (teknik ini disebut dengan pizzicato). Walaupun untuk pemain biasa memetik senar biola dengan teknik pizzicato selalu dilakukan dengan jari tangan kanan, namun ada pula pemain yang memetik dengan tangan kiri dan lagu-lagu khusus yang memerlukan kecepatan tinggi antara menggesek dengan busur dan memetik dengan jari sehingga jari tangan kiri yang digunakan.
[sunting] Tangan kiri

Karena biola tidak memiliki fret seperti gitar sebagai penanda jari, seorang pemain biola harus benar-benar tahu di mana letak suatu nada dengan menggunakan perasaan. Hal ini hanya dapat dilakukan dengan berlatih terus menerus sehingga jari-jari tangan dapat secara otomatis menekan nada yang diinginkan dengan tepat (ingatan otot). Selain melatih jari, pemain biola juga harus melatih telinga sehingga dapat membedakan nada-nada sumbang, walaupun hanya sedikit saja.

Teknik yang digunakan oleh para pemula untuk menandai letak nada pada biola antara lain dengan selotip yang ditempelkan pada leher biola, atau dengan menggunakan Tip X putih untuk menandai posisi jari. Setelah latihan dengan rajin, seorang pemula diharapkan akan dapat mengingat-ingat dan meninggalkan metode-metode di atas dan mengandalkan refleks saja. Metode ini dianggap kurang begitu baik karena mengandalkan indra penglihatan, bukan pendengaran, sedangkan dalam bermain biola mengetahui posisi jari bukan melalui penglihatan, karena pemain juga harus membaca not musik, melainkan harus melalui pendengaran.

Latihan pendengaran untuk pemula sebaiknya dilakukan sejak dini agar fondasinya kokoh. Salah satu teknik yang sering digunakan adalah dengan melatih bunyi yang sama. Keempat senar biola memiliki empat 'nada terbuka' atau 'senar terbuka', yaitu G-D-A-E (diberi warna hitam pada gambar), nada yang berbunyi jika senar digesek tanpa ditekan oleh jari. Keempat nada terbuka ini akan turut bersuara jika nada serupa pada senar lain dibunyikan (karena persamaa frekuensi), misalnya senar D akan berbunyi jika nada D (kiri bawah pada gambar) pada senar G dibunyikan. Pada posisi pertama ada sembilan 'nada tertutup' (atau 'senar tertutup', yaitu nada yang berbunyi jika ditekan oleh jari) yang memiliki resonansi akustik dengan keempat nada terbuka di atas.
[sunting] Posisi jari

Jari tangan biasanya diberi nomor 1 (telunjuk) hingga 4 (kelingking), dan not-not musik, terutama untuk para pemula, diberi penomoran demikian untuk menandai jari mana yang harus digunakan. Nomor 0 berarti nada terbuka (jari tidak menekan senar). Bagan di samping menunjukkan posisi pertama pada biola, yaitu nada-nada yang dapat ditekan oleh jari tanpa harus menggeser posisi tangan. Yang tidak terlihat pada gambar di samping adalah jarak antara nada-nada tersebut yang semakin tinggi semakin kecil jaraknya. Garis biru menandakan posisi selotip untuk jari 1-2-3 yang biasa digunakan oleh pemula.

Posisi jari, seperti yang telah disinggung di atas, merupakan istilah untuk menggambarkan letak tangan relatif terhadap leher biola. Posisi natural (yaitu posisi dasar) disebut Posisi 1; pada posisi ini tangan kiri memegang leher biola secara natural, jari-jari tangan dapat digunakan untuk memainkan seluruh tangga nada G mulai dari senar G dengan nada tertinggi nada B pada senar E. Pada biola maupun alat-alat musik gesek lainnya posisi ini merupakan posisi yang paling sering digunakan.

Dengan menggeser posisi tangan kiri turun ke arah badan biola maka dikatakan posisinya telah berubah. Posisi 2 dicapai dengan memposisikan jari telunjuk (jari 1) pada jari 2 di posisi 1, dengan kata lain posisi jarinya bergeser satu; Posisi 2 memiliki jangkauan mulai dari nada terendah B di G dan nada tertinggi C# di E. Posisi ketiga dari C di G hingga D# dan seterusnya. Setelah Posisi 5 biasanya hanya pemain yang mahir yang menggunakannya untuk dapat memainkan nada-nada tinggi di senar E, dan biasanya sudah tidak diberi nama lagi (mis. walaupun secara teori ada Posisi 15, posisi yang dianggap tertinggi, namun hal tersebut tidak pernah diajarkan secara lisan). Batas atas nada biola tergantung pada tingkat kemahiran pemain seorang pemain biola, yang dapat dengan mudah bermain dua tangga nada pada satu senar, atau maksimal empat tangga nada pada keempat senar. Posisi terendah biasanya disebut Posisi ½, yaitu di antara nada terbuka dan Posisi 1, walaupun posisi ini jarang digunakan.

Senar yang digunakan untuk memainkan suatu nada biasanya mempengaruhi kualitas nada, atau yang disebut dengan timbre, yang dihasilkan. Contohnya, walaupun nada E rendah dapat dimainkan di senar G (Posisi 2 - Posisi 5) dan di senar D (Posisi 1), namun terkadang penulis musik menginginkan nada tersebut dimainkan di senar tertentu, contohnya dengan markah sul G yang berarti 'dimainkan di senar G' dan seterusnya. Jika tidak disebutkan secara eksplisit, maka seorang pemain dapat secara bebas menggunakan senar yang dipilihnya.

Menggesek ataupun memetik nada terbuka (senar terbuka) — yakni nada yang dibunyikan tanpa menekan senar dengan jari — memiliki suara yang khas dan berbeda dengan nada yang sama yang dibunyikan secara tertutup (ditekan oleh jari), misalnya nada terbuka D (di senar D) dan nada D pada senar G. Hal ini dikarenakan getaran senar yang lebih leluasa pada sadel atas jika tidak dihalangi oleh jari tangan. Selain dari nada G rendah, yang hanya memiliki satu cara untuk memainkannya, biasanya pemain musik biola klasik cenderung menghindari bunyi nada terbuka, karena kualitas nadanya yang lebih 'kasar' — terutama nada terbuka E — dibanding nada-nada tertutup lainnya, dan pemain tidak dapat menggunakan teknik getaran (vibrato) pada nada terbuka, walaupun bagi pemain yang mahir hal ini dapat diakali dengan cara melakukan teknik vibrato pada nada yang satu oktaf lebih tinggi dari nada terbuka tersebut.

Beberapa penulis musik dapat membubuhkan tanda di musiknya jika sebuah nada perlu dimainkan dengan menggunakan senar terbuka, seperti pada karya-karya awal komponis seperti Bach. Nada terbuka juga dapat dimainkan pada bagian musik yang cepat, yang suaranya kurang lebih tidak dapat dibedakan.
Pemberhentian ganda

Pemberhentian ganda merupakan istilah untuk teknik memainkan biola dengan menggesek dua nada tertutup pada dua senar yang berbeda secara bersamaan, yang menghasilkan bunyi kord. Teknik pemberhentian ganda juga dapat dimainkan hanya dengan satu nada tertutup dan nada lainnya merupakan Senar terbuka. Tiga atau empat nada juga dapat dimainkan secara bersamaan oleh pemain yang mahir, yang masing-masing disebut dengan 'pemberhentian ganda tiga' dan 'pemberhentian ganda empat' (nada-nadanya dapat dimainkan secara bersamaan atau dengan melakukan teknik pemberhentian ganda dua kali)




Biola
Biola
Klasifikasi Alat musik dawai (digesek)
Rentangan permainan
Range violin.png
Instrumen terkait
Musikus

Biola adalah sebuah alat musik dawai yang dimainkan dengan cara digesek. Biola memiliki empat senar (G-D-A-E) yang disetel berbeda satu sama lain dengan interval sempurna kelima. Nada yang paling rendah adalah G. Di antara keluarga biola, yaitu dengan viola, cello dan double bass atau kontra bass, biola memiliki nada yang tertinggi. Alat musik dawai yang lainnya, bas, secara teknis masuk ke dalam keluarga viol. Kertas musik untuk biola hampir selalu menggunakan atau ditulis pada kunci G.

Sebuah nama yang lazim dipakai untuk biola ialah fiddle, dan biola seringkali disebut fiddle jika digunakan untuk memainkan lagu-lagu tradisional (lihat di bawah).

Di dalam bahasa Indonesia, orang yang memainkan biola disebut pemain biola (pebiola), atau violinis (Inggris: Violinist - bedakan dengan violis atau pemain viola). Orang yang membuat atau membetulkan alat musik berdawai disebut luthier.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Sejarah biola

Lukisan altar Gereja San Zaccaria (detil), Venesia, Giovanni Bellini, 1505

Alat musik dawai yang mula-mula biasanya dimainkan dengan cara dipetik (misalnya harpa tangan Yunani). Alat musik gesek diperkirakan berasal dari budaya penunggang kuda di kawasan Asia tengah, contohnya alat musik bangsa Mongolia Morin huur. Alat musik gesek berdawai dua bangsa Turkik dan Mongolia dawainya dari surai kuda, dimainkan dengan busur surai kuda, dan memiliki ukiran kepala kuda di bagian kepalanya. Biola, viola, dan cello yang busurnya masih dibuat dari surai kuda, adalah peninggalan bangsa nomaden tersebut.[1]

Dipercayai bahwa alat musik mula-mula tersebut dibawa ke Asia Timur, India, Bizantium dan Timur Tengah; di tempat-tempat tersebut mereka menyesuaikan dengan lingkungannya dan berkembang menjadi alat musik erhu, esra, harpa tangan Bizantium, dan rebab. Biola dalam bentuk modern bermula dari Italia Utara pada awal abad ke-16, terutama di kota pelabuhan Venice dan Genoa yang berhubungan langsung ke Asia Tengah lewat jalur sutera.

Biola Eropa modern dipengaruhi oleh berbagai alat musik, terutama dari Timur Tengah[2] dan Bizantium[3][4]. Tiga jenis alat musik mula-mula yang biasanya disebut sebagai cikal-bakal biola adalah rebec (yang diturunkan dari harpa tangan Bizantium[5] dan rebab), vielle (biola abad Renaisans), dan lira da braccio[6] (yang juga diturunkan dari harpa tangan Bizantium[3]). Salah satu deskripsi terawal tentang biola, termasuk cara penyetelannya, ada di dalam Epitome musical karya Jambe de Fer, yang diterbitkan di Lyon pada 1556.[7] Perlahan-lahan biola mulai menyebar ke seluruh Eropa.

Biola tertua yang pernah dicatat yang memiliki empat senar seperti biola modern dibuat oleh Andrea Amati pada tahun 1555, walaupun tahun tepatnya diragukan. (Biola yang lebih awal hanya memiliki tiga senar, disebut violetta.) Biola seketika menjadi populer, baik di antara para pemusik jalanan maupun para bangsawan, terbukti bahwa raja Perancis Charles IX menyuruh Amati untuk membuat 24 biola untuknya pada tahun 1560.[8] Biola tertua yang masih ada saat ini adalah salah satu dari ke-24 biola ini, dan diberi nama "Charles IX", dibuat di Cremona c. 1560. Biola jaman Renaisans yang paling bagus dengan ukiran dan hiasan adalah Gasparo da Salò (1574 c.) yang pertama-tama dimiliki oleh Ferdinand II, Adipati Agung Austria, dan selanjutnya, sejak 1841, oleh virtuoso Norwegia Ole Bull, yang menggunakannya selama empat puluh tahun dan ribuan konser. Saat ini biola tersebut berada di Vestlandske Kustindustrimuseum di Bergen, Norwegia. "The Messiah" atau "Le Messie" (juga dikenal sebagai "Salabue") yang dibuat oleh Antonio Stradivari pada 1716 belum pernah sekalipun dipakai. Biola tersebut berada di Museum Ashmolean di Oxford.[9]

Terjadi perubahan yang cukup besar pada pembuatan biola pada abad ke-18, terutama dalam hal panjang dan sudut leher biola. Mayoritas alat musik yang lama telah diperbarui sesuai standar yan baru ini, dan maka dari itu jelas berbeda dari keadaan alat musik tersebut ketika diselesaikan oleh seniman pembuat biola, termasuk perbedaan dalam hal suara dan respons.[10] Namun alat-alat musik ini dengan kondisi mereka pada saat ini menjadi standar kesempurnaan pada seni pembuatan biola dan suara biola, dan pembuat biola di seluruh dunia berusaha untuk mendekati ideal tersebut sedapat mungkin.

Hingga hari ini, alat musik dari "Jaman Keemasan" pembuatan biola, terutama yang dibuat oleh Stradivari dan Guarneri del Gesù, adalah alat-alat musik yang paling diburu oleh kolektor dan pemain biola. Rekor harga biola saat ini untuk biola Stradivari adalah AS$3.544.000 dalam sebuah lelang pada 16 Mei 2006. Semua biola Stradivarius memiliki nama unik; biola termahal Stradivari bernama "Hammer" ("Palu") yang dibuat pada tahun 1707.[11]

[sunting] Bagian biola

Bagian-bagian biola

Sebuah biola dibagi menjadi beberapa bagian; badan biola, leher biola, jembatan biola, papan jari, senar, dan beberapa macam perangkat pembantu. Perangkat pembantu tersebut antara lain pasak penyetel untuk setiap senar, ekor biola untuk menahan senar, pin dan tali untuk menahan ekor biola, beberapa penyetel tambahan pada ekor biola bila diperlukan, dan sebuah penyangga dagu. (Penyangga dagu tersebut dapat tergabung dengan ekor biola ataupun dipasang di sebelah kirinya.)

Badan biola terdiri atas dua papan suara yang melengkung yang disatukan oleh kayu yang disebut iga biola yang dilem menggunakan lem binatang, lem kulit binatang, atau resin. Iga biola biasa terdiri dari bagian atas, keempat sudut, bagian bawah, dan garis tipis yang disebut lapisan dalam, yang membantu mempertahankan lekukan pada iga biola, dan memperluas permukaan untuk pengeleman. Dipandang baik dari depan maupun dari belakang, badan biola menyerupai bentuk jam pasir. Dua buah lekukan menyerupai huruf C pada kedua sisi samping biola memberikan ruang bagi busur biola untuk bergerak.

Tiang penyangga di dalam biola yang terlihat melalui lubang F

Umumnya permukaan atas biola dibuat dari kayu spruce, sejenis kayu cemara, yang dipahat sehingga memiliki bentuk yang simetris dan diberi dua lubang suara (atau lubang-F, diberi nama demikian karena bentuknya). Lubang suara tersebut mempengaruhi kelenturan suara biola, dan juga sebagai "lubang nafas" biola pada saat udara beresonansi di dalamnya. Pada pinggir permukaan ini, dibentuk suatu lekukan garis yang disebut purfling, tujuannya ialah menghalangi retakan yang berasal dari pinggir. Purfling palsu yang dicat pada permukaan biola biasanya menandakan kualitas biola yang rendah. Sebuah balok kayu kecil dipasang di dalam permukaan atas biola, sejajar dengan jembatan biola di atasnya, untuk menambah massa serta kekerasan permukaan atas biola.

Bagian belakang dan samping biola dibuat dari kayu mapel, biasa dipilih yang memiliki alur yang sama. Bagian belakang biola umumnya dibuat dari kayu utuh yang dipahat secara simetris. Bagian ini sering pula dibentuk purfling walaupun dalam hal ini tidak seberapa berpengaruh terhadap biola itu sendiri. Beberapa biola antik dibubuhi tulisan tangan atau diberi lapisan cat sebagai ganti purfling pada bagian belakang biola. Sebuah tonjolan setengah lingkaran kecil yang terdapat pada bagian yang dekat dengan leher biola memberikan permukaan tambahan pada saat pengeleman. Tonjolan tersebut penting untuk sambungan antara leher dan badan biola, namun pada saat mengukur panjang biola bagian ini tidak dihiraukan.

Leher biola biasanya terbuat dari kayu mapel yang setipe dengan bagian belakang dan samping badan biola. Pada leher biola terdapat papan jari yang dibuat dari kayu eboni atau kayu lain yang dicat hitam. Kayu eboni sering dipilih oleh pengrajin biola karena sifatnya yang keras, menawan, dan tahan lama. Beberapa biola yang sangat tua menggunakan kayu mapel untuk papan jarinya, dan dipernis dengan kayu eboni. Pada ujung papan jari yang atas terdapat segaris kayu yang menonjol, biasa kayu eboni atau gading, yang disebut sadel atas. Tonjolan ini digunakan untuk menahan senar, sama seperti jembatan biola digunakan untuk hal yang sama di bagian badan biola.

Jembatan baru dan jembatan yang sudah jadi

Jembatan biola dipahat dengan hati-hati dari kayu mapel dan memiliki beberapa kegunaan: lengkungan atasnya menahan senar pada ketinggian tertentu dari papan jari dalam bentuk melengkung supaya dapat digesek sendiri-sendiri (atau bersamaan) dan menghantarkan getaran suara dari senar ke badan biola. Jembatan ini setelah dipasang juga dapat digerakkan untuk menyetel bunyi biola.

Empat buah penyetel tambahan pada masing-masing senar

Bagian Ekor biola adalah tempat menambatkan ujung bawah senar yang diselipkan ke dalam masing-masing dari empat lubangnya. Seringkali untuk senar E juga diberi penyetel tambahan untuk mempermudah penyetelan, namun untuk senar-senar yang lain juga dapat dipasangi penyetel tambahan ini. (Beberapa pemain tidak mau menambahi penyetel tambahan karena dapat memperberat biola dan merubah kualitas suara yang dihasilkan.)

[sunting] Busur biola

Detail busur biola

Busur biola terdiri dari sebatang kayu dan berhelai-helai rambut kuda yang dipasang dari satu ujung tongkat ke ujung yang lain. Pada ujung bawahnya terdapat semacam sekrup yang digunakan untuk mengencangkan (saat akan dimainkan) atau mengendurkan (saat akan disimpan) rambut tersebut. Di dekat sekrup tersebut juga terdapat pegangan jempol serta jari-jari yang lain.

Rambut yang digunakan untuk busur biola ini biasanya diambil dari rambut ekor kuda putih jantan (rambutnya juga selalu bewarna putih keemasan), meskipun busur-busur yang lebih murah menggunakan serat sintetis. Jika busur biola rajin digosok dengan gala (Bahasa Inggris: rosin) akan membuat 'cengkeraman' busur ke senar menjadi lebih stabil dan terkontrol (tidak gampang lepas), dan dapat membantu teknik getaran. Batang kayu yang digunakan biasanya dibuat dari kayu pernambuco untuk hasil yang terbaik atau dari kayu brasil yang lebih murah, dan busur yang murah biasanya menggunakan serat gelas. Inovasi terakhir telah memungkinkan serat karbon untuk digunakan sebagai materi pembuatan batang kayu busur biola.

[sunting] Senar biola

Gambar yang memperlihatkan jembatan dan senar biola.
Senar biola sebelum dipasang

Senar dibuat dari usus domba, direntangkan, dikeringkan, lalu dipelintir. Pada suatu ketika ditemukan bahwa senar usus ini dapat dikembangkan dengan cara dicampuri logam. Hasil yang diperoleh dari proses ini adalah senar yang lebih kuat dan lebih seimbang, dan karena lebih padat dapat disetel dengan tekanan yang lebih besar, menghasilkan volume yang lebih besar pula. Dibanding dengan senar sintetis yang banyak digunakan sekarang, senar usus memiliki bunyi yang lebih hangat, seperti suara nyanyian.

Senar modern menggunakan baja padat, baja untingan, atau berbagai bahan sintetis. Semua senar untingan dan beberapa senar padat dilapisi dengan bermacam-macam logam untuk menyesuaikan massanya, diameternya, dan kadar airnya . Senar tertinggi E biasanya dari baja padat, yang kadang dicampur aluminium untuk mencegah "siulan". Lapisan emas mencegah karat pada senar dan juga mengurangi "siulan". Baja tahan karat menghasilkan suara yang sedikit berbeda. Senar berinti sintetis menggabungkan kualitas yang dihasilkan senar usus dengan ketahan-lamaan dan stabilitas penyetelan. Senar ini lebih sensitif kepada perubahan kelembaban daripada senar usus, dan tidak begitu sensitif terhadap perubahan temperatur daripada senar logam.

[sunting] Ukuran biola

Anak-anak yang mulai belajar biola pada saat belum bertumbuh maksimal biasanya menggunakan biola yang berukuran lebih kecil yang dimulai dari yang terkecil 1/16, 1/10, 1/8, 1/4, 2/4 (1/2), 3/4, dan biola untuk dewasa 4/4. Kadang kadang biola berukuran 1/32 juga digunakan (ukurannya sangat kecil).

Panjang badan (tidak termasuk leher) biola 'penuh' atau ukuran 4/4 adalah sekitar 36 cm (atau lebih kecil menurut beberapa model dari abad ke-17). Biola 3/4 sepanjang 33 cm, 1/2 sepanjang 30 cm. Sebagai perbandingannya, viola 'penuh' berukuran sekitar 40 cm.

Untuk menentukan ukuran biola yang cocok digunakan oleh seorang anak, biasanya sang anak disuruh memegang sebuah biola dan tangannya harus sampai menjangkau hingga ke gulungan kepala biola. Beberapa guru juga menganjurkan ukuran yang lebih kecil semakin baik.

Pemula biasanya menggunakan penanda di papan jari untuk menandai posisi jari tangan kiri, namun begitu terbiasa maka akan dilepaskan. Cara yang lain adalah dengan memberi setitik 'tip-ex' putih sebagai penanda posisi jari yang lama-lama akan hilang jika terus berlatih.

Biola biasanya digunakan dengan tangan kanan memegang busur dan tangan kiri menekan senar, meskipun orang tersebut adalah kidal, namun dalam beberapa kasus kadang-kadang seseorang juga dapat memainkannya secara kebalikan.

[sunting] Bermain biola

Penyangga bahu

Walaupun ada beberapa pemain biola yang memainkan dengan kidal, namun mayoritas pemain biola, kidal maupun tidak kidal, bermain dengan biola di tangan kiri dan busur di tangan kanan. Cara yang benar untuk bermain biola adalah dengan memegang biola dengan tangan kiri, dan penyangga dagu pada biola diapit dengan dagu dan pundak kiri, dapat dibantu dengan penyangga bahu, namun banyak pemain yang memilik tidak menggunakannya. Bermain biola dapat dilakukan dengan berdiri maupun duduk di kursi, sesuai selera pemain.

Cara membunyikan biola dapat dengan digesek dengan busur maupun dipetik dengan jari tangan kanan (teknik ini disebut dengan pizzicato). Walaupun untuk pemain biasa memetik senar biola dengan teknik pizzicato selalu dilakukan dengan jari tangan kanan, namun ada pula pemain yang memetik dengan tangan kiri dan lagu-lagu khusus yang memerlukan kecepatan tinggi antara menggesek dengan busur dan memetik dengan jari sehingga jari tangan kiri yang digunakan.

[sunting] Tangan kiri

MHVC-KyokoYonemoto-PaganiniCaprice24.ogv
Kyoko Yonemoto memainkan Caprice No. 24 karya Paganini dengan biola

Karena biola tidak memiliki fret seperti gitar sebagai penanda jari, seorang pemain biola harus benar-benar tahu di mana letak suatu nada dengan menggunakan perasaan. Hal ini hanya dapat dilakukan dengan berlatih terus menerus sehingga jari-jari tangan dapat secara otomatis menekan nada yang diinginkan dengan tepat (ingatan otot). Selain melatih jari, pemain biola juga harus melatih telinga sehingga dapat membedakan nada-nada sumbang, walaupun hanya sedikit saja.

Teknik yang digunakan oleh para pemula untuk menandai letak nada pada biola antara lain dengan selotip yang ditempelkan pada leher biola, atau dengan menggunakan Tip X putih untuk menandai posisi jari. Setelah latihan dengan rajin, seorang pemula diharapkan akan dapat mengingat-ingat dan meninggalkan metode-metode di atas dan mengandalkan refleks saja. Metode ini dianggap kurang begitu baik karena mengandalkan indra penglihatan, bukan pendengaran, sedangkan dalam bermain biola mengetahui posisi jari bukan melalui penglihatan, karena pemain juga harus membaca not musik, melainkan harus melalui pendengaran.

Posisi jari pada fret biola

Latihan pendengaran untuk pemula sebaiknya dilakukan sejak dini agar fondasinya kokoh. Salah satu teknik yang sering digunakan adalah dengan melatih bunyi yang sama. Keempat senar biola memiliki empat 'nada terbuka' atau 'senar terbuka', yaitu G-D-A-E (diberi warna hitam pada gambar), nada yang berbunyi jika senar digesek tanpa ditekan oleh jari. Keempat nada terbuka ini akan turut bersuara jika nada serupa pada senar lain dibunyikan (karena persamaa frekuensi), misalnya senar D akan berbunyi jika nada D (kiri bawah pada gambar) pada senar G dibunyikan. Pada posisi pertama ada sembilan 'nada tertutup' (atau 'senar tertutup', yaitu nada yang berbunyi jika ditekan oleh jari) yang memiliki resonansi akustik dengan keempat nada terbuka di atas.

[sunting] Posisi jari

Jari tangan biasanya diberi nomor 1 (telunjuk) hingga 4 (kelingking), dan not-not musik, terutama untuk para pemula, diberi penomoran demikian untuk menandai jari mana yang harus digunakan. Nomor 0 berarti nada terbuka (jari tidak menekan senar). Bagan di samping menunjukkan posisi pertama pada biola, yaitu nada-nada yang dapat ditekan oleh jari tanpa harus menggeser posisi tangan. Yang tidak terlihat pada gambar di samping adalah jarak antara nada-nada tersebut yang semakin tinggi semakin kecil jaraknya. Garis biru menandakan posisi selotip untuk jari 1-2-3 yang biasa digunakan oleh pemula.

Posisi jari, seperti yang telah disinggung di atas, merupakan istilah untuk menggambarkan letak tangan relatif terhadap leher biola. Posisi natural (yaitu posisi dasar) disebut Posisi 1; pada posisi ini tangan kiri memegang leher biola secara natural, jari-jari tangan dapat digunakan untuk memainkan seluruh tangga nada G mulai dari senar G dengan nada tertinggi nada B pada senar E. Pada biola maupun alat-alat musik gesek lainnya posisi ini merupakan posisi yang paling sering digunakan.

Dengan menggeser posisi tangan kiri turun ke arah badan biola maka dikatakan posisinya telah berubah. Posisi 2 dicapai dengan memposisikan jari telunjuk (jari 1) pada jari 2 di posisi 1, dengan kata lain posisi jarinya bergeser satu; Posisi 2 memiliki jangkauan mulai dari nada terendah B di G dan nada tertinggi C# di E. Posisi ketiga dari C di G hingga D# dan seterusnya. Setelah Posisi 5 biasanya hanya pemain yang mahir yang menggunakannya untuk dapat memainkan nada-nada tinggi di senar E, dan biasanya sudah tidak diberi nama lagi (mis. walaupun secara teori ada Posisi 15, posisi yang dianggap tertinggi, namun hal tersebut tidak pernah diajarkan secara lisan). Batas atas nada biola tergantung pada tingkat kemahiran pemain seorang pemain biola, yang dapat dengan mudah bermain dua tangga nada pada satu senar, atau maksimal empat tangga nada pada keempat senar. Posisi terendah biasanya disebut Posisi ½, yaitu di antara nada terbuka dan Posisi 1, walaupun posisi ini jarang digunakan.

Senar yang digunakan untuk memainkan suatu nada biasanya mempengaruhi kualitas nada, atau yang disebut dengan timbre, yang dihasilkan. Contohnya, walaupun nada E rendah dapat dimainkan di senar G (Posisi 2 - Posisi 5) dan di senar D (Posisi 1), namun kadang-kadang penulis musik menginginkan nada tersebut dimainkan di senar tertentu, contohnya dengan markah sul G yang berarti 'dimainkan di senar G' dan seterusnya. Jika tidak disebutkan secara eksplisit, maka seorang pemain dapat secara bebas menggunakan senar yang dipilihnya.

[sunting] Senar terbuka

Contoh audio:
Nada dasar dawai biola

Menggesek ataupun memetik nada terbuka (senar terbuka) — yakni nada yang dibunyikan tanpa menekan senar dengan jari — memiliki suara yang khas dan berbeda dengan nada yang sama yang dibunyikan secara tertutup (ditekan oleh jari), misalnya nada terbuka D (di senar D) dan nada D pada senar G. Hal ini dikarenakan getaran senar yang lebih leluasa pada sadel atas jika tidak dihalangi oleh jari tangan. Selain dari nada G rendah, yang hanya memiliki satu cara untuk memainkannya, biasanya pemain musik biola klasik cenderung menghindari bunyi nada terbuka, karena kualitas nadanya yang lebih 'kasar' — terutama nada terbuka E — dibanding nada-nada tertutup lainnya, dan pemain tidak dapat menggunakan teknik getaran (vibrato) pada nada terbuka, walaupun bagi pemain yang mahir hal ini dapat diakali dengan cara melakukan teknik vibrato pada nada yang satu oktaf lebih tinggi dari nada terbuka tersebut.

Beberapa penulis musik dapat membubuhkan tanda di musiknya jika sebuah nada perlu dimainkan dengan menggunakan senar terbuka, seperti pada karya-karya awal komponis seperti Bach. Nada terbuka juga dapat dimainkan pada bagian musik yang cepat, yang suaranya kurang lebih tidak dapat dibedakan.

[sunting] Pemberhentian ganda

Pemberhentian ganda merupakan istilah untuk teknik memainkan biola dengan menggesek dua nada tertutup pada dua senar yang berbeda secara bersamaan, yang menghasilkan bunyi kord. Teknik pemberhentian ganda juga dapat dimainkan hanya dengan satu nada tertutup dan nada lainnya merupakan Senar terbuka. Tiga atau empat nada juga dapat dimainkan secara bersamaan oleh pemain yang mahir, yang masing-masing disebut dengan 'pemberhentian ganda tiga' dan 'pemberhentian ganda empat' (nada-nadanya dapat dimainkan secara bersamaan atau dengan melakukan teknik pemberhentian ganda dua kali)

[sunting] Getaran

Getaran atau vibrato merupakan teknik menggetarkan senar dengan jari yang menekan senar. Senar digeser dengan cepat maju-mundur sehingga menimbulkan suara bergetar. Teknik ini juga biasa disebut vibrasi.

[sunting] Harmonik

Nada harmonik pada biola dibunyikan dengan menyentuh (bukan menekan) senar pada posisi tertentu yang menyebabkan timbulnya suara yang lebih tinggi dari suara nada pada posisi yang sama jika ditekan.

[sunting] Tangan kanan

Right hand position on bow.jpg

Tangan kanan sebagai pemegang busur memiliki peranan penting dalam menciptakan suara. Tangan kanan bertanggung jawab dalam hal kualitas nada, ritme, dinamik, artikulasi, dan timbre. Dengan mengetahui teknik-teknik menggesek busur yang baik, maka seorang pemain dapat mengatur suara yang dihasilkan oleh biola.

Teknik yang terpenting dalam menggesek biola adalah cara memegang busur. Biasanya busur dipegang dengan jempol yang dimasukkan di sela-sela ujung bawah busur. Jari-jari yang lain diletakkan di sebelah atas busur.

Suara yang dihasilkan akan lebih keras jika busur digesek dengan kecepatan tinggi atau dengan memberi tekanan pada senar biola. Kualitas suara yang dihasilkan berbeda, jika senar semakin ditekan oleh busur, maka suara yang dihasilkan akan semakin kasar.

Posisi senar yang digesek juga mempengaruhi suara yang dihasilkan. Senar yang digesek di dekat jembatan biola (sul ponticello) akan lebih besar suaranya daripada jika digesek jauh dari jembatan biola.

Ada banyak teknik menggesek biola yang memungkinkan berbagai macam pemain untuk menghasilkan berbagai macam suara, termasuk di antaranya adalah legato, collé, ricochet, sautillé, martelé, spiccato, dan staccato.

[sunting] Petikan

Petikan atau pizzicato (disingkat pizz.) menandakan teknik memetik senar biola dengan jari tangan kanan.

[sunting] Teknik busur lainnya

Col legno
(Italia: col legno - dengan kayu) - membunyikan senar dengan bagian kayu busur, bukan surainya.
Spicacto
memantul-mantulkan busur pada senar dengan kecepatan sedang, biasanya dilakukan dengan permainan jari yang cepat.
Tremolando
pengulangan yang sangat cepat (biasanya satu nada saja, namun kadang-kadang lebih dari satu) yang dilakukan dengan puncak busur.

[sunting] Peredam suara

Peredam suara

Sebuah peredam suara dapat dipasangkan pada jembatan biola untuk menghasilkan nada yang lebih pelan. Piranti ini dapat berupa jepitan seperti penjepit baju dari plastik maupun sebuah pengganjal dari karet atau besi.

Selain untuk latihan di tempat yang tidak memungkinkan untuk bersuara keras, beberapa musik juga secara khusus dituliskan con sordino (sering disingkat con sord, sord, sordino) yang berarti "diam" dalam bahasa Italia. Pemain lalu memasangkan peredam suara tersebut. Jika pada musik tertulis senza sordino (atau senza sord) maka alat tersebut dilepas.

Dalam musik bahasa Inggris, istilah yang digunakan adalah mute dan unmute. Ekuivalensinya dalam bahasa Jerman dan Perancis adalah mit Dämpfer (Dämpfer auf)—ohne Dämpfer (Dämpfer ab/weg) dan sourdine

Jika bahasa menjadi kendala, maka seorang pemain biola dapat membubuhkan tanda Mute-on sign yang berarti "diam" dan peredam suara dipasang dan Mute-off yang berarti peredam suara dilepas pada kertas musik mereka. Contohnya adalah pada karya seperti Simfoni No.4 (Mahler) dalam bahasa Jerman yang berulang-ulang terdapat petunjuk untuk memasang dan melepas peredam suara.

[sunting] Aliran musik biola

[sunting] Klasik

Sejak zaman Barok dan Rococo biola telah menjadi alat musik yang vital dalam seni musik Barat karena beberapa sebab. Nada yang dihasilkan biola terdengar dengan lebih jelas dari alat musik klasik yang lain, menjadikannya cocok untuk memainkan bagian melodi musik. Jika dimainkan oleh orang yang ahli, maka biola merupakan alat musik yang sangat cepat dan dapat memainkan rentetan nada yang cepat dan sukar.

Dalam orkestra, biola merupakan sebagian besar dari musik yang dimainkan. Pemain biola dibagi menjadi dua bagian, biasa disebut dengan pemain biola pertama dan kedua. Komposer biasanya memberikan bagian nada melodi kepada pemain pertama, sedangkan pemain kedua memainkan nada harmoni atau nada melodi satu oktaf di bawah pemain pertama. Pemain kedua juga biasanya duduk di bagian dalam dan bertugas untuk membalik kertas not ketika duduk berdampingan di samping pemain pertama yang duduk di bagian luar lebih dekat ke para pirsawan.

Kuartet gesek biasanya terdiri dari dua pemain biola - satu pemain pertama dan satu pemain kedua -, seorang pemain viola, dan seorang pemain cello.

Karena potensi biola jika dimainkan oleh maestro biola dapat menghasilkan lagu yang sangat indah, maka biola yang berkualitas tinggi dapat mencapai harga yang sangat mahal.

[sunting] Jazz

Penggunaan biola dalam musik jazz sudah tercatat sejak awal abad ke-20. Salah satu pionirnya yang terkenal adalah Joe Venuti. Pemain biola jazz ternama Indonesia antara lain Luluk Purwanto. Untuk daftar pemain biola jazz, lihat pula daftar pemain biola jazz.

[sunting] Pop

Beberapa contoh musik pop yang memadukan unsur biola ke dalam musik mereka antara lain: The Corrs, yang memadukan musik rakyat Irlandia yang sering menggunakan biola, Dixie Chicks yang bergenre country, dan Electric Light Orchestra yang beraliran cadas, Vanessa Mae, Bond, Nigel Kennedy, Yellowcard, Dave Matthews Band, dan lain-lain.

[sunting] Rakyat

Beberapa contoh musik rakyat (folk) yang banyak memakai biola: musik rakyat Irlandia, bluegrass (Amerika Serikat), keroncong (Portugal dan Indonesia), dan musik Melayu.

[sunting] Membuat biola

[sunting] Perawatan

[sunting] Menyetel senar

[sunting] Pemain biola

Itzhak Perlman orang Israel-Amerika

[sunting] Komposer musik biola

Umumnya mereka juga dapat bermain biola.

Komposer yang dapat bermain biola

[sunting] Pemain terkenal

[sunting] Tokoh terkenal yang bermain biola

Fiktif:

[sunting] Pemain biola Indonesia

Tokoh terkenal Indonesia yang bermain biola

[sunting] Lihat pula

[sunting] Galeri

[sunting] Bacaan yang lebih mendalam

  • Principles of Violin Playing and Teaching, by Ivan Galamian (1999), Shar Products Co. ISBN 0-9621416-3-1
  • The Contemporary Violin: Extended Performance Techniques, by Patricia and Allen Strange (2001), University of California Press. ISBN 0-520-22409-4
  • The Fiddle Book, by Marion Thede (1970), Oak Publications. ISBN 0-8256-0145-2
  • Latin Violin, by Sam Bardfeld, ISBN 0-9628467-7-5
  • The Cambridge Companion to the Violin, edited by Robin Stowell (1992), Cambridge University Press. ISBN 0-521-39033-8
  • The Violin Explained - Components Mechanism and Sound by James Beament (1992/1997), Clarendon Press. ISBN 0-19-816623-0
  • Antonio Stradivari, his life and work, 1644-1737', by William Henry Hill; Arthur F Hill; Alfred Ebsworth Hill (1902/1963), Dover Publications. 1963. OCLC 172278. ISBN 0-486-20425-1
  • An Encyclopedia of the Violin, by Alberto Bachmann (1965/1990), Da Capo Press. ISBN 0-306-80004-7
  • Violin - And Easy Guide, by Chris Coetzee (2003), New Holland Publishers. ISBN 1-84330-332-9
  • The Violin, by Yehudi Menuhin (1996), Flammarion. ISBN 2-08-013623-2
  • The Book of the Violin, edited by Dominic Gill (1984), Phaidon. ISBN 0-7148-2286-8
  • Violin-Making as it was, and is, by Ed. Heron-Allen (1885/1994), Ward Lock Limited. ISBN 0-7063-1045-4
  • Violins & Violinists, by Franz Farga (1950), Rockliff Publishing Corporation Ltd.
  • Viols, Violins and Virginals, by Jennifer A. Charlton (1985), Ashmolean Museum. ISBN 0-907849-44-X
  • The Violin, by Theodore Rowland-Entwistle (1967/1974), Dover Publications. ISBN 0-340-05992-3
  • The Early Violin and Viola, by Robin Stowell (2001), Cambridge University Press. ISBN 0-521-62555-6
  • The Complete Luthier's Library. A Useful International Critical Bibliography for the Maker and the Connoisseur of Stringed and Plucked Instruments by Roberto Regazzi. ISBN 88-85250-01-7
  • The Violin, by George Dubourg (1854), Robert Cocks & Co.
  • Violin Technique and Performance Practice in the Late 18th and Early 19th Centuries, by Robin Stowell (1985), Cambridge University Press. ISBN 0-521-23279-1
  • History of the Violin, by William Sandys and Simon Andrew (2006), Dover Publications. ISBN 0-486-45269-7
  • The Violin: A Research and Information Guide, by Mark Katz (2006), Routledge. ISBN 0-8153-3637-3

[sunting] Referensi dan pranala luar

  1. ^ "The Silk Road: Connecting Cultures, Creating Trust, Silk Road Story 2: Bowed Instruments". Smithsonian Center for Folk life and Cultural Heritage. http://www.silkroadproject.org/smithsonian/nomads/story.html. Diakses pada 26 September 2008.
  2. ^ Hoffman, Miles. "The NPR Classical Music Companion: Terms and Concepts from A to Z". Chicago Symphony Orchestra. http://www.cso.org/main.taf?p=1,1,4,20. Diakses pada 26 September 2008.
  3. ^ a b Grillet 1901, hal. 29
  4. ^ Margaret J. Kartomi: On Concepts and Classifications of Musical Instruments. Chicago Studies in Ethnomusicology, University of Chicago Press, 1990
  5. ^ {{{Last}}} ({{{Year}}})
  6. ^ Arkenberg, Rebecca (October 2002). "Renaissance Violins". Metropolitan Museum of Art. http://www.metmuseum.org/toah/hd/renv/hd_renv.htm. Diakses pada 22 September 2006.
  7. ^ Deverich, Robin Kay (2006). "Historical Background of the Violin". ViolinOnline.com. http://www.violinonline.com/historicalbackgroundoftheviolin.htm. Diakses pada 22 September 2006.
  8. ^ Bartruff, William. "The History of the Violin". http://www.bartruff.com/history.php. Diakses pada 22 September 2006.
  9. ^ "Violin by Antonio Stradivari, 1716 (Messiah; la Messie, Salabue)". Cozio.com. http://www.cozio.com/Instrument.aspx?id=111. Diakses pada 26 September 2008.
  10. ^ Richard Perras. "Violin changes by 1800". http://rperras.tripod.com/id42.htm. Diakses pada 29 Oktober 2006.
  11. ^ , http://www.stradivariusviolins.org/pricesofstradivariusviolins.html