Minggu, 20 Februari 2011

tenses

1. Present Tense (Waktu Sekarang)

a. Simple Present Tense (Waktu Sekarang Sederhana)

Text Box: Subject + To Be (am / are / is) + …  Subject + Verb + …

Rumus :

Contoh kalimat :

(+) She is a new people here.

(+) He plays football every morning

(-) She isn’t a new people here.

(-) He not playing football every morning.

(?) Is she a new people here?

(?) How playing football every morning?

b. Present Continuous Tense (Waktu Berlangsung Sekarang)

Menerangkan suatu perbuatan yabg sedang berlangsungpada waktu sekarang.

Text Box: Subject + To Be (am / is / are) +Verb I + ING …

Rumus :

Contoh dalam kalimat :

(+) They are studying English now.

(+) He is playing badminton now

(-) They aren’t studying English now.

(-) He isn’t playing badminton now.

(?) Is he playing badminton now.

(?) Is she going to market now?

c. Present Perfect Tense (Waktu Sempurna Sekarang)

Text Box: Subject + Have / Has +Verb II (Ing) + …

Rumus :

Contoh :

(+) I have gone.

(+) They have done

(-) I haven’t gone.

(-)They haven’t done.

(?) Have I gone ?

(?) Have they done ?

d. Present Perfect Continuous Tense (Waktu Berlangsung Sempurna Sekarang)

Text Box: Subject + Have / Has +Verb II (Ing) + …

Rumus :

Contoh :

(+) She has been going to Malang since evening.

(+) We have been riding a horse for three days

(-) She hasn’t been going to Malang since evening.

(-) We haven’t been riding a horse for three days.

(?) Has she been going to Malang ?

(?) Have He been riding a horse for three days ?

2. Past Tense (Waktu Lampau)

a. Simple Past Tense (Waktu Lampau Sederhana)

Text Box: Subject + To Be (was / were) + …  Subject + Verb II + …Rumus :

Contoh :

(+) I saw a good film last night

(+) He came here last month

(-) I saw not a good film last night

(-) He came not last month

(?) Saw I a good film last night

(?) Came He here last month

Text Box: Subject + To Be (was / were) + Verb I (Ing) + …

b. Past Continuous Tense (Waktu Berlangsung Lampau)
Rumus :

Contoh :

(+) He was watching television all afternoon last week

(+) They were talking about sport when I met him

(-) He wasn’t watching television all afternoon last week

(-) They weren’t talking about sport when I met him

(?) Was He watching television all afternoon last week

(?) Were they talking about sport when I met him

c. Past Perfect Tense (Waktu Sempurna Lampau)

Text Box: Subject + Had + Been + …  Subject + Had + Verb III + …

Rumus :

Contoh :

(+) When my brother arrived , I had painted my motor cycle

(+) The ship had left before I arrived

(-) When my brother arrived , I hadn’t painted my motor cycle

(-) The ship hadn’t left before I arrived

(?) Had I my motor cycle , when my brother arrived ?

(?) Had the ship left before I arrived?

d. Past Perfect Continuous Tense (Waktu Berlangsung Sempurna Lampau)

Text Box: Subject + Had + Been + Verb I (Ing) + …

Rumus :

Contoh :

(+) They had been living there for two month

(+) When they washed my drees , your father had been playing badminton

(-) They hadn’t been living there for two month

(-) When they washed my dress , your father hadn’t been playing badminton

(?) Had they been living there for two month?

(?) When they washed my dress , had your father been playing badminton ?

3. Future Tense (Akan Datang)

a. Simple Future Tense (Waktu Akan Datang Sederhana)

Text Box: Subject Shall / Will + Be + …  Subject + Shall / Will + Verb + …

Rumus :

Contoh :

(+) I will visit to yogyakarta tomorrow.

(+) he will met girl friend by seven o’clock

(?) Will he go to America next month?

(+) President shall at Nederland the day after tomorrow.

(-) President shall not at Nederland the day after tomorrow.

(?) Shall President at Nederland the day after tomorrow?

b. Future Continuous Tense (Waktu Berlangsung Akan Datang)

Text Box: Subject + Shall / Will + Be + Verb (Ing) + …

Rumus :

Contoh :

(+) I will be writing a comic.

(+) I will be studying tomorrow night.

(-) I will not writing a comic.

(-) I will not be studying tomorrow night.

(?) Will I be writing a comic ?

(?) Will I be studying tomorrow night ?

c. Future Perfect Tense (Waktu Sempurna Akan Datang)

Text Box: Subject + Shall / Will + Have + Been + …  Subject + Shall / Will + Have + Verb II + …

Rumus :

Contoh :

(+) Bily will have done his work by the end of this week.

(+) By next week I shall have read this book.

(-) Bily will haven’t done his work by the end of this week.

(-) By next week I shall haven’t read this book.

(?) Will Billy have done his work by the end of this week ?

(?) Shall I have read this book by next week ?

d. Future Perfect Continuous Tense (Waktu Berlangsung Sempurna Akan Datang)

Text Box: Subject + Shall / Will + Have + Been + Verb (Ing) + …

Rumus :

Contoh :

(+) I will have been reading a news paper.

(+) He will have been listening music.

(-) I will haven’t been reading a news paper.

(-) He will haven’t listening a music.

(?) Will I have been riding a news paper ?

(?) Will He have listening a music ?

4. Past Future Tense (Akan Datang Di Waktu Lampau)

a. Past Future Tense (Waktu Akan Datang Di Waktu Lampau)

Text Box: Subject + Should / Would + Have + Been + …  Subject + Should / Would + Have + Verb III + …

Rumus :

Contoh :

(+) He would come if you invited him.

(+) They would buy a home the previous day.

(-) He wouldn’t come if invited him.

(-) They wouldn’t buy a home the previous day.

(?) Would He come if invited him ?

(?) Would they buy a home the previous day ?

b. Past Future Continuous Tense (Waktu Akan Sedang Terjadi Diwaktu Lampau)

Text Box: Subject + Shoul / Would + Be : Verb (Ing) + …

Rumus :

Contoh :

(+) I should be swimming at this time the following day.

(+) I shall be sliping at 10 o’clock tomorrow.

(-) I shouldn’t be swimming at this time the following day.

(-) I shalln’t be sleeping at 10 o’clock tomorrow.

(?) Shall I be swimming at this time the following day ?

(?) Shall I be sleeping at10 o’clock tomorrow ?

c. Past Future Perfect Tense (Waktu Akan Sudah Selesai Di Waktu Lampau)

Text Box: Subject + Should / Would + Have + Been + …  Subject + Should / Would + Have + Verb III + …

Rumus :

Contoh :

(+) He would have graduated if he had studies hard.

(+) Nonok will have studied moth by the end of this week.

(-) He wouldn’t have gone if he had met his darling

(-) Nonok will have not studied month by the end of this week

(?) Would He have gone if he had met his darling ?

(?) Will Nonok have studied month by the end of this week ?

d. Past Future Perfect Continuous Tense

(Waktu Yang Sudah Sedang Berlangsung Pada Waktu Lampau)

Text Box: Subject + Should / Would + Have + Been + Verb (Ing) + …

Rumus :

Contoh :

Rianawati would have been speaking English for two years

(+) Mrs. Anisa Munif would have been walking here for seventeen years

(+) Rianawati would have been speaking English for two years

(-) Mrs. Anisa Munif wouldn’t have been walking here for seventeen year

(-) Rianawati wouldn’t have been speaking English for two years

(?) Would Mrs. Anisa Munif have been walking here for seventeen years?

(?) Would Rianawati have been speaking English for two years?

valentine dalam sejarah

Perayaan hari Valentine termasuk salah satu hari raya bangsa Romawi paganis (penyembah berhala), di mana penyembahan berhala adalah agama mereka semenjak lebih dari 17 abad silam. Perayaan valentin tersebut merupakan ungkapan dalam agama paganis Romawi kecintaan terhadap sesembahan mereka.

Perayaan Valentine's Day memiliki akar sejarah berupa beberapa kisah yang turun-temurun pada bangsa Romawi dan kaum Nasrani pewaris mereka. Kisah yang paling masyhur tentang asal-muasalnya adalah bahwa bangsa Romawi dahulu meyakini bahwa Romulus (pendiri kota Roma) disusui oleh seekor serigala betina, sehingga serigala itu memberinya kekuatan fisik dan kecerdasan pikiran. Bangsa Romawi memperingati peristiwa ini pada pertengahan bulan Februari setiap tahun dengan peringatan yang megah. Di antara ritualnya adalah menyembelih seekor anjing dan kambing betina, lalu dilumurkan darahnya kepada dua pemuda yang kuat fisiknya. Kemudian keduanya mencuci darah itu dengan susu. Setelah itu dimulailah pawai besar dengan kedua pemuda tadi di depan rombongan. Keduanya membawa dua potong kulit yang mereka gunakan untuk melumuri segala sesuatu yang mereka jumpai. Para wanita Romawi sengaja menghadap kepada lumuran itu dengan senang hati, karena meyakini dengan itu mereka akan dikaruniai kesuburan dan melahirkan dengan mudah.

Sejarah hari valentine I :
Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera. Tahu gak dewa Zeus? itu bokap-nye hercules.

Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan berlari-lari di jalanan kota Roma sambil membawa potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai dijalan. Sebagian ahli sejarah mengatakan ini sebagai salah satu sebab cikal bakal hari valentine.


Sejarah Valentine's Day II :
Menurut Ensiklopedi Katolik, nama Valentinus diduga bisa merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda yaitu dibawah ini:
  • pastur di Roma
  • uskup Interamna (modern Terni)
  • martir di provinsi Romawi Afrika.
Hubungan antara ketiga martir ini dengan hari raya kasih sayang (valentine) tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti dari emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada tahun 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine (14 Februari), di mana peti dari emas diarak dalam sebuah prosesi dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu dilakukan sebuah misa yang khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.

Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santo yang asal-muasalnya tidak jelas, meragukan dan hanya berbasis pada legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.

Sejarah hari valentine III :
Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sastrawan Inggris Pertengahan bernama Geoffrey Chaucer. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) bahwa:
For this was sent on Seynt Valentyne's day (Bahwa inilah dikirim pada hari Santo Valentinus) Whan every foul cometh ther to choose his mate (Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya)

Pada jaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari valentine dan memanggil pasangan Valentine mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi naskah British Library di London. Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada jaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:

  • Sore hari sebelum santo Valentinus akan mati sebagai martir (mati syahid), ia telah menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis "Dari Valentinusmu".
  • Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka diam-diam.
Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir.

lirik lagu second serenade fall for you

Secondhand Serenade - Fall For You

Original Version

The best thing about tonight's that we're not fighting
Could it be that we have been this way before
I know you don't think that I am trying
I know you're wearing thin down to the core

But hold your breathe
Because tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don't make me change my mind
Or I wont live to see another day
I swear it's true
Because a girl like you is impossible to find
Your impossible to find

This is not what I intended
I always swore to you i'd never fall apart
You always thought that I was stronger
I may of failed
But I have loved you from the start
Ohhhh

But hold your breathe
Because tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don't make me change my mind
Or I wont live to see another day
I swear it's true
Because a girl like you is impossible to find
It's impossible

So breathe in so deep
Breathe me in
I'm yours to keep
And hold onto your words
Cuz talk is cheap
And remember me tonight
When your asleep

Because tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don't make me change my mind
Or I wont live to see another day
I swear it's true
Because a girl like you is impossible to find
Tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don't make me change my mind
Or I wont live to see another day
I swear it's true
Because a girl like you is impossible to find
Your impossible to find

musik

Musik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Allegory of Music karya Lorenzo Lippi

Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam:

  • Bunyi/kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengar
  • Suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya.
  • Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik

Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali.

Musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.

[sunting] Aliran-aliran musik

Berikut adalah daftar aliran/genre utama dalam musik. Masing-masing genre terbagi lagi menjadi beberapa sub-genre. Pengkategorian musik seperti ini, meskipun kadang-kadang merupakan hal yang subjektif, namun merupakan salah satu ilmu yang dipelajari dan ditetapkan oleh para ahli musik dunia.

Dalam beberapa dasawarsa terakhir, dunia musik mengalami banyak perkembangan. Banyak jenis musik baru yang lahir dan berkembang. Contohnya musik triphop yang merupakan perpaduan antara beat-beat elektronik dengan musik pop yang ringan dan enak didengar. Contoh musisi yang mengusung jenis musik ini adalah Frou Frou, Sneaker Pimps dan Lamb. Ada juga hip-hop rock yang diusung oleh Linkin Park. Belum lagi dance rock dan neo wave rock yang kini sedang in. banyak kelompok musik baru yang berkibar dengan jenis musik ini, antara lain Franz Ferdinand, Bloc Party, The Killers, The Bravery dan masih banyak lagi.

Bahkan sekarang banyak pula grup musik yang mengusung lagu berbahasa daerah dengan irama musik rock, jazz dan blues. Grup musik yang membawa aliran baru ini di Indonesia sudah cukup banyak salah satunya adalah Funk de Java yang mengusung lagu berbahasa Jawa dalam musik rock.

[sunting] Lihat pula