Selasa, 05 April 2011

ngerap

Hari ini gue pengen bagi-bagi ilmu buat lo pade.

Terakhir kali gue nulis artikel tips itu tentang teknis audio yang namanya mixing, brovas and sistas, tapi kali ini gue mau nulis tentang teknik vokal yang namanya rapping.

Nah, mungkin banyak diantara ente pade yang ngerasa diri udah pinter ngerap and gak perlu belajar apa-apa lagi dari orang yang nggak (baca: belum) dia kenal. Tapi nyatanya 90% (estimasi konservatif) dari musisi yang ngerasa dirinya oke dalam musik rap itu wack bangetts man. Jadi perlu rektifikasi en kembli ke dasar-dasar teknik nge-rap. Untuk lo pade yang ngerasa “ah gue sih udah pede”, baca terus artikel ini, siapa tau lo bisa belajar sesuatu yang baru untuk memperkaya gaya rap lo, why not?

Seperti sebelumnya, kita mulai dari awal…

Apa itu nge-Rap?

Gue nggak bakal ngulas sejarahnya soalnya itu aja nggak jelas. Ada yang bilang mulainya di Jamaica, ada yang bilang di New York, ada yang bilang di Bogor… Oke yang terakhir itu pastinya nggak. Tapi yang penting, lo mesti paham bahwa rap itu tidak lain dan tidak bukan adalah nyanyian yang nggak di “nyanyi” in tapi lebih di sebut aja, seperti ngomong biasa, alias manajemen gue suka bilang ngomel.

Di mana nyanyian itu lebih terikat sama melodi dari sebuah lagu, rap itu terikat dengan ketukan nya. Tapi semakin ke sini, musisi semakin kreatif, jadi ada juga rap yang sedikit dinyanyiin, seperti Nelly, Nate Dogg de el el.

Juga, jangan pikir rap itu dilakuin sama rapper doang. Karena, ada juga lagu-lagu populer yang di-rap sama penyanyinya, seperti lagu “Rock DJ” dari Robbie Williams, lagu-lagu Craig David yang lama seperti “Fill Me In” sama “Rewind”, dan seterusnya. Lo juga bisa mikirin sendiri lagu apa aja yang ada teknik nge-rap nya dari lagu barat dan Indonesia.

Cara simpel memahami lantunan rap

Kalo kita ke bare bone basics nya, rap itu sama dengan perkusi yang dibuat dengan kata-kata.

Coba aja, kita pikirin lagu rap favorit kita, terus kita ganti setiap suku katanya dengan suara “duh” atau suara-suara conga. Dengan itu kita bisa pahamin bagaimana hubungan antara rap sama ketukan. Yang bakal kita temuin itu adalah rap itu ngikutin ketukan dengan persis.

Kenapa bisa susah ngikutin ketukan sih?
Kalo kita dikasih lagu rap yang lari dari ketukan, pasti nggak enak didenger. Itu seperti dengerin nyanyian yang fales. Juga kalo kita sebagai newbie dalam bikin lagu-lagu rap (yang gue sebut newbie itu maksudnya pengalaman nulis lagunya belum sampe setahun), kita bakal sering lari dari beat dan sama sekali nggak bisa diadu tekniknya sama rapper-rapper populer yang gue sebut tadi. Ini ada beberapa faktor:

1. Masih baru, tapi udah pengen nge-rap cepet-cepet. Mulai dari yang lambat aja, yang penting ngikutin tempo – FLOW.
2. Nge-rap dalam bahasa yang lo nggak fasih. Contohnya nge-rap dalam bahasa inggris atau bahasa jerman atau apa kek yang lo nggak fasih en nggak alami logatnya. Ini beda dari nyanyi, bros and sisses, dimana kalo nyanyi itu tinggal ngafalin aja melodinya masih bisa enak didenger, tapi kalo rap beda. Jadi kalo lo nggak pinter bahasa barat, lo bahasa indonesia aja.
3. Kurang konsentrasi ke beatnya, temponya, jadi tanpa disadarin taunya udah lari aja.

Mau tau nggak teknik paling nomer satu untuk nguasain rap?

Gampang banget. Jawabannya cuman satu: pilih satu lagu populer yang rap nya asik dan bawain tuh lagu sampe dapet flow seperti yang aslinya. Contohnya, kita pilih lagu “Terbang” nya Iwa K. Bawain tuh lagu sampe dapet.

TERUSS… setelah lo dapet, coba aja lo ganti kata-katanya pake kata-kata lo sendiri.

My friends, lo baru aja ngebukain kunci yang paling berat. Dari latihan yang pertama itu aja lo udah bakal nyadarin hubungan antara vokal rap sama ketukan. Kalo lo udah bisa bawain satu lagu dengan flow yang sama persis ama aslinya, dengan otomatis (mudah-mudahan) lo udah bisa mahamin prinsip pertama dari rap, yaitu flow. Lo bakal tau kenaba orang bisa nikmatin rap itu.

Itu yang paling dasar dari teknik rap. Kalo prinsipnya udah dapet, lo tinggal dengerin lebih banyak lagi musik rap supaya dapet ide-ide untuk gaya flow, dan juga ide-ide topik yang bisa lo bawain dalam rap-rap lo.

Mudah-mudahan lo bisa dapet sedikit pelajaran dari artikel hari ini okay boys and girls, kalo ada tambahan atau pertanyaan atau komentar, lo bisa tinggalin di bawah.

bagi candol nya gan..
dirate juga boleh..makasih gan,,,

Selasa, 29 Maret 2011

stevanus"aja: cara bermain biola untuk pemula

stevanus"aja: cara bermain biola untuk pemula: "Tips ini untuk para pemula yang belajar pada awal-awal bermain biola. Pada sebelumnya saya telah memperkenalkan bagian-bagian biola dan pos..."

Jumat, 18 Maret 2011

ngulik yuks

CARA NGULIK AKOR
oleh : doni riwayanto



Pada posting saya sebelumnya tentang "Bagaimana Belajar Gitar?", (http://doniriwayanto.multiply.com/journal/item/14/Belajar_Gitar_Apa_Aja_sih_yang_Harus_Dipelajari)

ada pertanyaan dari Bro Hpeace sebagai berikut :

"mas, saya kok susah bgt ya klo nyari akord suatu lagu.. ???"

dan dijawab sama Bro Iqbal sebagai berikut :

"listeningnya yang kudu diasah...
selain itu pengetahuan nya juga perlu ditambah...

biasanya suatu lagu tuh ada progresifnya..
nah itu kudu dipelajari juga..."
ntar klo dah biasa, pasti gampang nyari kord lagu lain..

OK.... ini dia bocoran jawabannya:

Akor, Tangga Nada, dan Hukum Relasinya
yg banyak kite dengar dan gunakan saat ini... adalah sebuah sebuah formula yang tersusun selama ribuan tahun. Mulai dari teori Harmonic Seriesnya Phytagoras jaman Yunani, hingga kini mewujud pada teori yang bernama teori Tonal. teori Tonal adalah grand theory dari musik diatonis khas masyarakat barat. Salah satunya ya musik pop, rock, jazz, blues, dan lain sebagainya yang kita kenal saat ini. Tonal sesungguhnya berbicara tentang sistem grafitasi antar nada. Bagai mana nada-nada atau akor-akor tersebut saling memiliki daya tarik menarik sehingga dapat terbentuk suatu melodi maupun progresi akor yang mewujud dalam suatu lagu. Tapi kali ini saya tidak akan membahas masalah ini secara filosofis (meski seharusnya agar lebih jelas mesti di dasari dari pandangan filosofis tentang Tonalitas). Tapi agar tidak membosankan... Kali ini saya akan membahas masalah Tonal ini secara teknis:

Agar tidak membosankan.. praktis saja... saya akan membahas Tonalitas (tonality) dalam hubungannya dengan bagai mana ngulik akor dalam sebuah lagu.

Pertama:
Sesungguhnya akor-akor yang sebegitu banyaknya itu dapat digolongkan dalam dua sudut pandang:
1. Karakter (Mayor, minor, dominant, diminished, augmented)
2. Tingkat atau Fungsi (I,ii,iii,IV,V,vi,vii)
Tentang karakter.. pasti temen-temen sudah tahu... setidaknya yang dasar... mayor dan minor. Kemudian yang jarang diketahui adalah Fungsi.

Ke dua
Setiap karya musik yg mengikuti hukum Tonal tentu memiliki nada dasar yang kemudian disebut Tonik. Tonik atau nada dasar ini bisa di nada apapun: bisa C, bisa D, E, F, G, A, dan lain-lain.
Dalam setiap nada dasar akan diikuti oleh suatu hukum yang telah dipatuhi selama ribuan tahun.

Ke Tiga
Secara praktis hukum yang saya maksud adalah sebagai berikut:
Ketika sebuah lagu berada pada nada dasar C... maka dia akan menggunakan tangga nada C mayor (1[do]-2[re]-3[mi]-4[fa]-5[sol]-6[la]-7[si]-1[do]) dengan rangkaian nada C-D-E-F-G-A-B-C.
Dan rangkaian akor C, Dm, Em, F, G, Am, Bdim, C.

coba bandingkan:
tangga nada : C D E F G A B
akor : C Dm Em F G Am Bdim

Keduanya sama-sama merupakan suatu urutan. Cuma dalam akor memiliki karakter (mayor, minor, diminished). Itulah yang disebut karakter akor tadi.
Kemudian secara tingkatan atau fungsi maka kita dapati tingkatan sebagai berikut

akor : C Dm Em F G Am Bdim
tingkat/fungsi : I ii iii IV V vi vii

Antara tingkat dan karakter ini berkaitan:

Akor Tingkat I secara natural memiliki karakter mayor
Akor Tingkat ii secara natural memiliki karakter minor
Akor Tingkat iii secara natural memiliki karakter minor
Akor Tingkat IV secara natural memiliki karakter mayor
Akor Tingkat V secara natural memiliki karakter mayor
Akor Tingkat vi secara natural memiliki karakter minor
Akor Tingkat vii secara natural memiliki karakter diminished

Ke Empat
Buktikan teori ini:
dalam lagu dengan nada dasar C mayor... maka akor-akor yang akan sering digunakan adalah akor akor: C Dm Em F G Am Bdim

Buktikan dalam lagu:
Kutak bisa (slank)
Demi waktu (ungu)
Sebelum Cahaya (letto)
Cinta Ini Membunuhku (d masive)
Ketahuan (matta)
Puspa (ST12)
Yakin (Radja)

Kadang kala... akor minor seperti akor Dm, Em, dan Am, diubah menjadi mayor seperti dalam Puspa (ada akor D mayor), Ketahuan (ada akor E mayor). Hal ini sering pula terjadi dalam lagu lagunya ADA band, Element, dan lain-lain. Atau sebaliknya, Akor F mayor diubah menjadi F minor. Ini sreing terjadi dalam penghujung frase yang berakhiran akor F.
Hal itu disebut sebagai modulasi sementara... dan pergantian akor ini otomatis diikuti pula perubahan tangga nadanya.
Jika perubahan akor itu tidak hanya satu akor maka patut dicurigai lagu tersebut bepindah nada dasarnya atau modulasi penuh...

Ke Enam
Dalam nada dasar lainpun akan terjadi hal tersebut. Untuk lebih lengkapnya bisa di baca dalam buku ini

Judul : Gitar Elektrik Teknik Dasar dan Aplikasi
Penulis : Doni Riwayanto
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama














Ke Tujuh
Apa yang saya bicarakan semua itu adalah dari segi intelgensi. Tetapi musik terbentuk tidak cuma dari intelgensi tetapi: Intuisi, Intelgensi, Sense of Pitch (kepekaan terhadap nada), Mood, dan Habit, Dalam hal ini (ngulik akor) yang tak kalah penting dari pengetahuan di atas adalah sense of pitch... dan ini bisa dilatih... Latihannya gimana? itulah pentingnya Metode Belajar. 90% siswa yang belajar sama saya pada akhirnya bisa menerapkan teori tersebut...
kenapa orng didunia ini begitu egoooooois

Senin, 07 Maret 2011

motivasi belajar

Motivasi belajar setiap orang, satu dengan yang lainnya, bisa jadi tidak sama. Biasanya, hal itu bergantung dari apa yang diinginkan orang yang bersangkutan.

Misalnya, seorang anak mau belajar dan mengejar rangking pertama karena diiming-imingi akan dibelikan sepeda oleh orangtuanya.

Contoh lainnya, seorang mahasiswa mempunyai motivasi belajar yang tinggi agar lulus dengan predikat cum laude. Setelah itu, dia bertujuan untuk mendapatkan pekerjaan yang hebat dengan tujuan membahagiakan orangtuanya.

Apa saja, sih, faktor-faktor yang membedakan motivasi belajar seseorang dengan yang lainnya?

Beberapa faktor di bawah ini sedikit banyak memberikan penjelasan mengapa terjadi perbedaaan motivasi belajar pada diri masing-masing orang, di antaranya:
  • Perbedaan fisiologis (physiological needs), seperti rasa lapar, haus, dan hasrat seksual
  • Perbedaan rasa aman (safety needs), baik secara mental, fisik, dan intelektual
  • Perbedaan kasih sayang atau afeksi (love needs) yang diterimanya
  • Perbedaan harga diri (self esteem needs). Contohnya prestise memiliki mobil atau rumah mewah, jabatan, dan lain-lain.
  • Perbedaan aktualisasi diri (self actualization), tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.

Stimulus motivasi belajar

Terdapat 2 faktor yang membuat seseorang dapat termotivasi untuk belajar, yaitu:
  • Pertama, motivasi belajar berasal dari faktor internal. Motivasi ini terbentuk karena kesadaran diri atas pemahaman betapa pentingnya belajar untuk mengembangkan dirinya dan bekal untuk menjalani kehidupan.
  • Kedua, motivasi belajar dari faktor eksternal, yaitu dapat berupa rangsangan dari orang lain, atau lingkungan sekitarnya yang dapat memengaruhi psikologis orang yang bersangkutan.

Tips-tips meningkatkan motivasi belajar

Motivasi belajar tidak akan terbentuk apabila orang tersebut tidak mempunyai keinginan, cita-cita, atau menyadari manfaat belajar bagi dirinya. Oleh karena itu, dibutuhkan pengkondisian tertentu, agar diri kita atau siapa pun juga yang menginginkan semangat untuk belajar dapat termotivasi.

Yuk, ikuti tips-tips berikut untuk meningkatkan motivasi belajar kita:
  • Bergaullah dengan orang-orang yang senang belajar
    Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan berprestasi, akan membuat kita pun gemar belajar. Selain itu, coba cari orang atau komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar.

    Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat kepada orang-orang yang pernah atau sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, orang-orang yang mendapat beasiwa belajar di luar negeri, atau orang-orang yang mendapat penghargaan atas sebuah presrasi.

    Kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita. Seperti halnya analogi orang yang berteman dengan tukang pandai besi atau penjual minyak wangi. Jika kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka kita pun turut terciprat bau bakaran besi, dan jika bergaul dengan penjual minyak wangi, kita pun akan terciprat harumnya minyak wangi.
  • Belajar apapun
    Pengertian belajar di sini dipahami secara luas, baik formal maupun nonformal. Kita bisa belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer, belajar menulis, membuat film, berlajar berwirausaha, dan lain lain-lainnya.
Belajar dari internet
Kita bisa memanfaatkan internet untuk bergabung dengan kumpulan orang-orang yang senang belajar. Salah satu milis dapat menjadi ajang kita bertukar pendapat, pikiran, dan memotivasi diri. Sebagai contoh, jika ingin termotivasi untuk belajar bahasa Inggris, kita bisa masuk ke milis Free-English-Course@yahoogroups.com.

Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif
Di dunia ini, ada orang yang selalu terlihat optimis meski masalah merudung. Kita akan tertular semangat, gairah, dan rasa optimis jika sering bersosialisasi dengan orang-orang atau berada dalam komunitas seperti itu, dan sebaliknya.

Cari motivator
Kadangkala, seseorang butuh orang lain sebagai pemacu atau mentor dalam menjalani hidup. Misalnya: teman, pacar, ataupun pasangan hidup. Anda pun bisa melakukan hal serupa dengan mencari seseorang/komunitas yang dapat membantu mengarahkan atau memotivasi Anda belajar dan meraih prestasi

musik 1

Mencari Chord dalam Sebuah Lagu

Pemain gitar biasanya hanya menerima chord chart dari sebuah lagu tanpa disertai tanda key signature, atau tanda perubahan key signature di tengah lagu tersebut. Misalnya jika kamu membaca majalah gitar yang berisi chord-chord dan liriknya. Biasanya di situ tidak akan ditulis Key signature dari lagu tsb, atau bahkan perubahan key signature jika ada di tengah lagu tsb. Untuk bisa memainkan melodi, ataupun berimprovisasi, sangat perlu bagi kita mengetahui di kunci apa sebuah progresi chord tersebut berputar. Biasanya pendekatan yang umum secara musical adalah mendengarkan lagu tersebut dan mencari kuncinya dengan menggunakan telinga, akan tetapi kita juga bisa mencarinya dengan cara menganalisa chord-chordnya.

Menganalisa progresi kunci mayor

Metode yang digunakan untuk mencari kunci mayor dalam sebuah progresi chord adalah sebagai berikut:

1. Coba lihat terlebih dahulu masing-masing chord yang ada dalam progresi, kemudian buat daftarnya, kemungkinan-kemungkinan chord tersebut milik dari sebuah kunci apa, berdasarkan dari kualitas masing-masing chord. Karena scale mayor yang diharmonisasi memiliki tiga chord minor 7th (IImi7, III,mi7, dan VImi7), setiap chord minor 7th bisa menjadi milik dari 3 kunci yang berbeda. Sedangkan chord Major 7th bisa sebagai Ima7 ataupun IVma7 dari dua buah kunci yang berbeda, dan dominant chord sudah pasti adalah chord V7 dari sebuah kunci saja.
2. Bandingkan masing-masing kemungkinan kunci tersebut. Cari masing2 chord tsb yang mempunyai kunci yang sama.
3. setelah kalian menemukan kuncinya, tulislah fungsi dari masing-masing chord dengan angka Romawi.

Menganalisa progresi kunci minor

Secara teori, kunci minor dapat diidentifikasikan dengan menggunakan tehnik yang sama. Pada kunci minor yang diharmonisasi dari scale natural minor, chord dominant 7th adalah chord bVII7 dan secara otomatis menunjukan kuncinya.

Akan tetapi dalam prakteknya keadaan menjadi sedikit rumit jika menyangkut kunci minor. Untuk alasan tertentu harmoni natural minor lebih sering dirubah untuk menghasilkan melodi dan progesi chord yang lebih kuat. Salah satu hasil dari perubahan tersebut adalah seringnya chord V pada kunci minor yang diubah dari chord minor 7th menjadi dominant 7th sehingga fungsi dominant chordnya menjadi lebih spesifik. Oleh karena itu penting bagi kita untuk melihat hubungan interval antar chordnya yaitu sebagai berikut:

1. Jika ada kunci minor satu langkah di atas chord dominant 7th , berarti chord dominant 7th tersebut mempunyai fungsi sebagai bVII7 dan berarti chord minor 7th nya tersebut adalah Imi7.
2. Jika ada chord minor 7th dengan interval perfect fifth di bawah chord dominant 7th, artinya chord dominant 7th berfungsi sebagai chord V7 dan chord minor 7th nya adalah chord Imi7 seperti contoh di bawah ini.

Indikator lain yang bisa mengidentifikasikan progresi kunci minor adalah chord minor 7th b5. chord ini jika ada/digunakan dalam progresi fungsinya adalah sebagai IIº dalam harmoni natural minor. Ini menjadikan kunci minor 7th b5 sebagai indikator yang pasti dalam sebuah progresi kunci minor (Dalam praktek chord minor 7th b5 jarang sekali muncul sebagai chord VIIº dalam kunci mayor)

Menganalisa kunci dalam progesi triad

Dengan mengetahui chord Dominant 7th dan minor 7th b5 kita dapat dengan mudah mengetahui kunci tersebut adalah sebuah kunci mayor atau kunci minor. Dalam musik pop atau rock biasanya progresi dibuat dalam bentuk triad jadi artinya chord V nya adalah major triad sama halnya dengan chord I dan IV. Begitu juga penggunaan triad diminished (VIIº dalam kunci mayor, IIº dalam kunci minor) sangat jarang digunakan karena terdengar sangat dissonant di antara chord mayor dan minor, sehingga terdengar seolah tidak pada tempatnya.

Pertanyaannya adalah lalu ada berapa kunci bisa diidentifikasikan ketika masing-masing chord secara teori mempunyai fungsi lebih dari satu. Jawabannya bisa ditemukan dengan dua macam cara:

A. Menata ulang chord-chord tersebut secara urutan scale.

Perhatikan contoh di bawah ini, dengan berexperimen kita bisa menemukan chord I nya. Setelah kita menemukan chord I nya cobalah tulis nama chord disertai fungsinya seperti di bawah ini.

Nama Chord E F#mi G#mi A B C#mi
(dalam urutan scale)
Fungsi I IImi IIImi IV V VImi

B. Gunakan telinga

Mainkan progesi chord yang ada dengan menggunakan gitar kamu, dan dengarkan. Dalam praktek cara ini adalah cara yang paling tepat untuk mencari kunci dasar dari sebuah progresi, apakah itu progesi yang menggunakan 7th chord, triad, ataupun keduanya. Progresi diatonik biasanya ada di dalam satu nada dasar saja. Nada dasar tersebut bisa menjadi jelas dengan cara mendengarkan progresi cukup lama untuk mendapatkan kemana chord tersebut diselesaikan (tonic chord), kemudian identifikasikan nada dasar yang telah kita peroleh tsb dengan mencocokannya dengan gitar kita sesuai dengan scale dan chordnya. Walaupun tidak semua lagu pop dimulai dari chord I tapi rata-rata hampir semuanya akan diselesaikan pada chord I.

Mencari Kunci dasar hanya dengan menganalisa memang mempunyai beberapa kesulitan, oleh karena itu untuk lebih memastikannya lagi kita harus menggunakan telinga kita untuk mendengarnya. Ada beberapa penjelasan lagi secara harmoni yang menerangkan mengapa suatu chord itu bisa masuk ke dalam sebuah progressi, hal ini mungkin akan saya tulis di lesson-lesson yang akan datang. Kombinasi dari mengerti teori dan telinga yang terlatih akan me

Minggu, 20 Februari 2011

tenses

1. Present Tense (Waktu Sekarang)

a. Simple Present Tense (Waktu Sekarang Sederhana)

Text Box: Subject + To Be (am / are / is) + …  Subject + Verb + …

Rumus :

Contoh kalimat :

(+) She is a new people here.

(+) He plays football every morning

(-) She isn’t a new people here.

(-) He not playing football every morning.

(?) Is she a new people here?

(?) How playing football every morning?

b. Present Continuous Tense (Waktu Berlangsung Sekarang)

Menerangkan suatu perbuatan yabg sedang berlangsungpada waktu sekarang.

Text Box: Subject + To Be (am / is / are) +Verb I + ING …

Rumus :

Contoh dalam kalimat :

(+) They are studying English now.

(+) He is playing badminton now

(-) They aren’t studying English now.

(-) He isn’t playing badminton now.

(?) Is he playing badminton now.

(?) Is she going to market now?

c. Present Perfect Tense (Waktu Sempurna Sekarang)

Text Box: Subject + Have / Has +Verb II (Ing) + …

Rumus :

Contoh :

(+) I have gone.

(+) They have done

(-) I haven’t gone.

(-)They haven’t done.

(?) Have I gone ?

(?) Have they done ?

d. Present Perfect Continuous Tense (Waktu Berlangsung Sempurna Sekarang)

Text Box: Subject + Have / Has +Verb II (Ing) + …

Rumus :

Contoh :

(+) She has been going to Malang since evening.

(+) We have been riding a horse for three days

(-) She hasn’t been going to Malang since evening.

(-) We haven’t been riding a horse for three days.

(?) Has she been going to Malang ?

(?) Have He been riding a horse for three days ?

2. Past Tense (Waktu Lampau)

a. Simple Past Tense (Waktu Lampau Sederhana)

Text Box: Subject + To Be (was / were) + …  Subject + Verb II + …Rumus :

Contoh :

(+) I saw a good film last night

(+) He came here last month

(-) I saw not a good film last night

(-) He came not last month

(?) Saw I a good film last night

(?) Came He here last month

Text Box: Subject + To Be (was / were) + Verb I (Ing) + …

b. Past Continuous Tense (Waktu Berlangsung Lampau)
Rumus :

Contoh :

(+) He was watching television all afternoon last week

(+) They were talking about sport when I met him

(-) He wasn’t watching television all afternoon last week

(-) They weren’t talking about sport when I met him

(?) Was He watching television all afternoon last week

(?) Were they talking about sport when I met him

c. Past Perfect Tense (Waktu Sempurna Lampau)

Text Box: Subject + Had + Been + …  Subject + Had + Verb III + …

Rumus :

Contoh :

(+) When my brother arrived , I had painted my motor cycle

(+) The ship had left before I arrived

(-) When my brother arrived , I hadn’t painted my motor cycle

(-) The ship hadn’t left before I arrived

(?) Had I my motor cycle , when my brother arrived ?

(?) Had the ship left before I arrived?

d. Past Perfect Continuous Tense (Waktu Berlangsung Sempurna Lampau)

Text Box: Subject + Had + Been + Verb I (Ing) + …

Rumus :

Contoh :

(+) They had been living there for two month

(+) When they washed my drees , your father had been playing badminton

(-) They hadn’t been living there for two month

(-) When they washed my dress , your father hadn’t been playing badminton

(?) Had they been living there for two month?

(?) When they washed my dress , had your father been playing badminton ?

3. Future Tense (Akan Datang)

a. Simple Future Tense (Waktu Akan Datang Sederhana)

Text Box: Subject Shall / Will + Be + …  Subject + Shall / Will + Verb + …

Rumus :

Contoh :

(+) I will visit to yogyakarta tomorrow.

(+) he will met girl friend by seven o’clock

(?) Will he go to America next month?

(+) President shall at Nederland the day after tomorrow.

(-) President shall not at Nederland the day after tomorrow.

(?) Shall President at Nederland the day after tomorrow?

b. Future Continuous Tense (Waktu Berlangsung Akan Datang)

Text Box: Subject + Shall / Will + Be + Verb (Ing) + …

Rumus :

Contoh :

(+) I will be writing a comic.

(+) I will be studying tomorrow night.

(-) I will not writing a comic.

(-) I will not be studying tomorrow night.

(?) Will I be writing a comic ?

(?) Will I be studying tomorrow night ?

c. Future Perfect Tense (Waktu Sempurna Akan Datang)

Text Box: Subject + Shall / Will + Have + Been + …  Subject + Shall / Will + Have + Verb II + …

Rumus :

Contoh :

(+) Bily will have done his work by the end of this week.

(+) By next week I shall have read this book.

(-) Bily will haven’t done his work by the end of this week.

(-) By next week I shall haven’t read this book.

(?) Will Billy have done his work by the end of this week ?

(?) Shall I have read this book by next week ?

d. Future Perfect Continuous Tense (Waktu Berlangsung Sempurna Akan Datang)

Text Box: Subject + Shall / Will + Have + Been + Verb (Ing) + …

Rumus :

Contoh :

(+) I will have been reading a news paper.

(+) He will have been listening music.

(-) I will haven’t been reading a news paper.

(-) He will haven’t listening a music.

(?) Will I have been riding a news paper ?

(?) Will He have listening a music ?

4. Past Future Tense (Akan Datang Di Waktu Lampau)

a. Past Future Tense (Waktu Akan Datang Di Waktu Lampau)

Text Box: Subject + Should / Would + Have + Been + …  Subject + Should / Would + Have + Verb III + …

Rumus :

Contoh :

(+) He would come if you invited him.

(+) They would buy a home the previous day.

(-) He wouldn’t come if invited him.

(-) They wouldn’t buy a home the previous day.

(?) Would He come if invited him ?

(?) Would they buy a home the previous day ?

b. Past Future Continuous Tense (Waktu Akan Sedang Terjadi Diwaktu Lampau)

Text Box: Subject + Shoul / Would + Be : Verb (Ing) + …

Rumus :

Contoh :

(+) I should be swimming at this time the following day.

(+) I shall be sliping at 10 o’clock tomorrow.

(-) I shouldn’t be swimming at this time the following day.

(-) I shalln’t be sleeping at 10 o’clock tomorrow.

(?) Shall I be swimming at this time the following day ?

(?) Shall I be sleeping at10 o’clock tomorrow ?

c. Past Future Perfect Tense (Waktu Akan Sudah Selesai Di Waktu Lampau)

Text Box: Subject + Should / Would + Have + Been + …  Subject + Should / Would + Have + Verb III + …

Rumus :

Contoh :

(+) He would have graduated if he had studies hard.

(+) Nonok will have studied moth by the end of this week.

(-) He wouldn’t have gone if he had met his darling

(-) Nonok will have not studied month by the end of this week

(?) Would He have gone if he had met his darling ?

(?) Will Nonok have studied month by the end of this week ?

d. Past Future Perfect Continuous Tense

(Waktu Yang Sudah Sedang Berlangsung Pada Waktu Lampau)

Text Box: Subject + Should / Would + Have + Been + Verb (Ing) + …

Rumus :

Contoh :

Rianawati would have been speaking English for two years

(+) Mrs. Anisa Munif would have been walking here for seventeen years

(+) Rianawati would have been speaking English for two years

(-) Mrs. Anisa Munif wouldn’t have been walking here for seventeen year

(-) Rianawati wouldn’t have been speaking English for two years

(?) Would Mrs. Anisa Munif have been walking here for seventeen years?

(?) Would Rianawati have been speaking English for two years?